Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo kesal lantaran neraca perdagangan Indonesia kembali mengalami defisit pada November 2019 sebesar US$1,33 miliar. Menurut Jokowi, defisit neraca perdagangan ini terjadi karena impor Indonesia lebih besar dari ekspor.
Pengamat Ekonomi Senior Enny Sri Hartati mengaku bingung dengan kekesalan presiden. "Kita saja bingung (dengan kekesalan Jokowi). Kan Pak Jokowi itu selama setahun terakhir di berbagai kesempatan selalu ngomongin masalah defisit neraca perdagangan," ujarnya ketika dihubungi Media Indonesia, Senin (16/12).
Enny menambahkan, Presiden Jokowi seharusnya menunjuk menteri perdagangan yang betul-betul memahami persoalan. "Tapi ini menteri perdagangannya saja enggak jelas. Track recordnya enggak ada," ungkapnya.
Baca juga: Bengkel Kerja Bagi Disabilitas Ikut Wujudkan Harapan Presiden
Lebih jauh Enny mengatakan, ketika kondisi ekonomi dunia menghadapi perlambatan, maka dipastikan ekspor Indonesia babak belur. Hal itu mengakibatkan tekanan terhadap neraca perdagangan dan ketahan industri dalam negeri.
"Artinya dari sisi ekspor kita memang benar-benar enggak berdaya karena sangat tergantung permintaan negara-negara industri, dari sisi ketahanan industri kita lemah. Jadi, itu yang menyebabkan defisit neraca perdagangan kita enggak terkendali," pungkasnya.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data neraca perdagangan Indonesia pada November 2019 yang tercatat defisit USD1,33 miliar. Defisit tersebut berasal dari ekspor November sebesar US$14,01 miliar, sedangkan nilai impor lebih tinggi yakni sebesar US$15,34 miliar. (Ifa/A-5)
Sebagai salah satu produsen kelapa terbesar di dunia, Indonesia memiliki keunggulan komparatif yang belum tergarap maksimal.
MENTERI Perdagangan (Mendag) Budi Santoso akan memanggil sejumlah eksportir untuk membahas potensi gangguan pasokan akibat penutupan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz
Bank Indonesia (BI) mengapresiasi catatan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari tahun ini.
BADAN Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia pada Januari 2026 mencapai 22,16 miliar dolar AS atau tumbuh 3,39 persen dibandingkan Januari 2025
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor mencapai US$22,16 miliar. Angka itu meningkat 3,39% secara tahunan.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 mencatat surplus sebesar 0,95 miliar dolar AS.
Ketua Umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani menyebut risiko serangan AS ke Iran tidak hanya berasal dari sentimen pasar tetapi juga dari potensi gangguan jalur energi dan perdagangan global.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan Indonesia berkomitmen membeli BBM dari Amerika Serikat senilai USD15 miliar sebagai bagian negosiasi dagang.
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat penyerapan tenaga kerja nasional menunjukkan tren membaik pada November 2025.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan terakhir tahun 2025 dengan kinerja positif, menguat tipis sebesar 2,68 poin.
Anjloknya harga emas pada perdagangan hari ini memberikan tekanan langsung terhadap sentimen saham-saham tambang emas di Bursa Efek Indonesia (BEI).
IHSG mengakhiri perdagangan Selasa sore di zona merah. Tekanan jual muncul seiring investor melakukan aksi ambil untung (profit taking) menjelang libur dan cuti bersama Natal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved