Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau Bank BTN terus berupaya mendongkrak kinerja penyaluran kredit. Menutup akhir tahun 2019, Bank BTN bersama pengembang PT Adhi Commuter Properti (ACP) menggelar program pamasaran Kredit Pemilikan Rumah maupun Apartemen (KPR/KPA) bertajuk “Get Benefit To Do Everything”.
Executive Vice President Non Subsidized Mortgage & Personal Lending Division (NSLD) Bank BTN Suryanti Agustinar mengungkapkan, sinergi antarBUMN itu bertujuan memacu bisnis properti yang mampu menopang pertumbuhan ekonomi nasional.
“Hingga saat ini industri properti masih menjadi salah satu sektor bisnis paling potensial dalam menggerakkan roda perekonomian. Sebab, ada lebih dari 172 subsektor ekonomi terkait yang turut bergerak bersama industri properti,” ujarnya usai penandatangan Perjanjian Kerjasama (PKS), seperti dalam keterangan tertulisnya.
Menurut Yanti, selama ini banyak masyarakat yang kesulitan transaksi hunian idaman lantaran keterbatasan akses terhadap pembiayaan. Karenanya, Bank BTN dan ACP hadir untuk menjawab problem tersehut.
“Melalui kerjasama ini, kami menawarkan kemudahan terhadap konsumen yang akan melakukan KPR/KPA pada proyek-proyek besutan ACP,” katanya.
Program Get Benefit To Do Everything menawarkan banyak kemudahan bagi konsumen yang akan melakukan KPR/KPA Bank BTN untuk unit-unit hunian pada sejumlah proyek properti milik ACP. Antara lain adalah uang muka (down payment/DP) 5% dan suku bunga kredit mulai dari 6.43% fixed 1 tahun selama program berlangsung.
Baca Juga: Jelang Tutup Tahun, MARI Susun Strategi 2020
“Selain itu, konsumen juga akan dibebaskan dari beban biaya Provisi, biaya administrasi, biaya appraisal dan biaya pengendapan dana (KPR Gaeesss) serta discount asuransi jiwa sebesar 20 persen. Dari kerjasama ini kami berharap bisa menambah komitmen kredit baru sedikitnya sebesar Rp 200 miliar hingga Maret 2020,” imbuh dia.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama ACP Indra Syahruzza N. menyebut bahwa Program Get Benefit To Do Everything berlaku untuk delapan proyek properti yang dikembangkan perseroan yang tersebar di beberapa wilayah Jabodetabek, yakni Eastern Green, Royal Sentul Park, Gateway Park, Urban Signature, Oase Park, Cisauk Point, Green Avenue dan The Premiere MTH.
"Kerja sama ini merupakan kelanjutan sinergi antar BUMN yang telah kami lakukan beberapa tahun belakangan. Bank BTN merupakan mitra strategis kami yang telah banyak membantu pembiayaan properti besutan ACP. Hingga saat ini, pembiayaan properti yang digelontorkan BTN ke sejumlah proyek kami sudah mencapai sekitar Rp1 triliun,” ungkap Indra.
Dia menambahkan, berbagai gimmick marketing yang ditawarkan melalui Program Get Benefit To Do Everything akan dapat mendongkrak penjualan menjelang tutup tahun.
“Kerja sama ini menjadi promo akhir tahun yang menggiurkan bagi konsumen. Saat ini progress penjualan kedelapan proyak kami sudah mencapai lebih dari 60% dari total unit yang ditawarkan pada masing-masing proyek,” pungkas Indra. (RO/OL-7)
PERTUMBUHAN kredit industri fintech peer-to-peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar) pada 2026 berada di level dua digit.
Per Desember 2025, kredit perbankan tumbuh sebesar 9,63% secara tahunan (yoy) ditopang penyaluran kredit investasi yang tinggi.
Kebutuhan masyarakat terhadap akses kredit digital yang cepat, mudah, dan terjangkau terus meningkat, terutama di luar kota-kota besar.
Keterbatasan akses pembiayaan masih menjadi persoalan besar bagi pelaku usaha di Indonesia, khususnya UMKM dan generasi muda.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, daya beli masyarakat kelas menengah masih membutuhkan dukungan kebijakan.
Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Hery Gunardi mengungkapkan fasilitas pinjaman perbankan yang belum ditarik atau undisbursed loan masih cukup tinggi.
Melalui ajang kompetisi tahunan BTN Housingpreneur 2025, peserta berpeluang masuk ke jaringan bisnis nyata
Generasi milenial menjadi kelompok paling banyak menerima manfaat program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi yang disalurkan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).
Khusus untuk BTN, Purbaya memprediksi penyaluran kredit hanya tembus Rp10 triliun dari Rp25 triliun yang dialokasikan hingga akhir tahun.
BTN menegaskan posisinya sebagai penyalur terbesar Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2025.
Bank BTN Cabang Nusa Tenggara Timur (NTT) menargetkan pembangunan rumah bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebanyak 800 unit selama 2025.
Sepuluh developer ini mencatat kontribusi signifikan dengan total realisasi kredit mencapai Rp1,7 triliun, setara 50% dari total KPR Non Subsidi yang disalurkan BTN
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved