Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Tabungan Negara (BTN) Cabang Nusa Tenggara Timur (NTT) menargetkan pembangunan rumah bersubsidi untu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebanyak 800 unit selama 2025.
Angka ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 425 unit. Peningkatan target ini menunjukkan optimisme Bank BTN terhadap peningkatan daya beli masyarakat dan kebutuhan akan hunian terjangkau di wilayah NTT.
"Untuk masyarakat berpenghasilan rendah, kita diberi kuota cukup besar, 800 unit, tahun lalu kita diberi kuota 425 unit selesai dibangun, tetapi untuk rumah non subsidi tidak terbatas," kata Kepala Kantor Cabang Bank Tabungan Negara (BTN) Kupang, Hans Marahan Hutasoit kepada wartawan di Kupang, Selasa (8/7).
Rumah bersubsidi tersebut akan dibangun di sejumlah kota kabupaten dan kota seperti di Kupang dan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. Kegiatan ini juga dihadiri Deputi Branch Manager Abdul Husni, Media Relations BTN Destyananda Helen dan sejumlah pejabat Bank BTN.
Menurut Hans, kondisi ekonomi saat ini bakal berdampak terhadap permintaan rumah bersubsidi, akan tetapi untuk wilayah seperti Labuan Bajo, permintaan rumah tetap tinggi, antara lain karena dipengaruhi oleh harga kos kamar yang tinggi, antara Rp2 juta sampai Rp3 juta per bulan.
Saat itu, Bank BTN Cabang Kupang sedang menyiapkan pembangunan rumah di kota super premium itu tersebar di tiga lokasi. "Ada yang 40 unit, ada 189 unit dan ada satunya 20-an unit," jelasnya.
Selain fokus pada pembangunan rumah subsidi, Bank BTN NTT juga terus mengembangkan program perumahan non-subsidi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat berbagai kalangan.
Menurutnya, target 800 unit rumah bersubsidi tahun ini bagian dari program 3 juta unit rumah Prabowo-Gibran. Bank BTN berkomitmen untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan program sejuta rumah dan meningkatkan akses kepemilikan rumah bagi seluruh masyarakat NTT.
GEDUNG BARU
Selain itu, Gedung Kantor Cabang Bank BTN yang dulunya berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Kuanino, kini pindah ke gedung baru di Jalan El Tari, Kelurahan Oebobo, sejalan dengan ekspansi bisnis perseroan.
Gedung baru ini dijadwalkan diresmikan oleh Direktur Utama Bank BTN Nixon LP Napitupulu, yang juga akan dihadiri Direktur Network & Retail Funding Rully Setiawan, Direktur Operations I Nyoman Sugiri Yasa, dan Direktur Treasury & International Banking Venda Yuniarti. Gedung Kantor Cabang BTN berdiri di lahan kurang dari 1.000 meter persegi, dan telah beroperasi normal sejak 30 Juni 2025.
Menurut Hans, pihaknya juga berencana membangun kantor cabang lain di Atambua, Kabupaten Belu dan daerah lain seperi di Labuan Bajo dan Ende. "Di Atambua itu potensi foreign exchange (pertukaran mata uang) yang luar biasa besar," ujarnya. (E-2)
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyampaikan pemerintah sedang menyiapkan skema rumah susun (rusun) subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah.
PRESIDEN Prabowo Subianto mengintensifkan percepatan program rumah bersubsidi dengan memanggil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait.
Komitmen MGK Serang, Banten dalam menyediakan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) kembali mendapat pengakuan nasional.
Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mendorong pengembang perumahan menghadirkan hunian bersubsidi berkualitas untuk MBR
Pemerintah menambah kuota KPR FLPP jadi 350.000 unit, namun tantangan pembiayaan dan seleksi kelayakan masyarakat menjadi hambatan utama dalam penyerapannya.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus memperluas akses hunian terjangkau bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, mengungkapkan produk KPR fix berjenjang ini memang salah satunya dikhususkan untuk generasi muda.
KENAIKAN harga rumah yang terus tinggi menjadi salah satu faktor harga rumah semakin sulit terjangkau, termasuk oleh gen Z. Di sisi lain, pertumbuhan pendapatan sangat minim.
OJK menegaskan hanya segelintir calon debitur KPR dengan skema FLPP terkendala akibat catatan di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).
Generasi milenial menjadi kelompok paling banyak menerima manfaat program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi yang disalurkan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).
Kementerian PKP sedang mengkaji skema Rent to Own (RTO) atau sewa-beli untuk mendukung program pembangunan 3 juta rumah, dengan fokus utama pada penyediaan pembiayaan bagi pekerja informal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved