Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAMA 15 tahun berturut-turut mendapat predikat Sangat Bagus dari salah satu majalah ekonomi independen, Bank Index akan terus berupaya mempertahankan pertumbuhan positif perusahaan lewat sejumlah strategi perseroan.
Presiden Direktur Bank Index Gimin Sumalim mengatakan, pihaknya sudah mencanangkan beberapa kebijakan taktis jangka pendek untuk mencapai pertumbuhan positif tahun ini.
Seperti pada sektor kredit, Gimin menyebutkan, pihaknya akan memaksimalkan semua seumber daya untuk mencapai target 2019 dalam pertumbuhan kredit.
“Hal ini tercermin dari proyeksi Rencana Bisnis Bank Index 2019 di mana target pertumbuhan kredit lebih tinggi dari target pertumbuhan Dana Pihak Ketiga,” ujar Gimin dalam keterangan tertulisnya.
Mendapat predikat penilaian kinerja Sangat Bagus selama 15 tahun berturut turut, diakui Gimin, bukanlah sebuah pencapaian mudah, mengingat di tengah kondisi perekonomian yang kurang kondusif akhir akhir ini.
Baca juga : Bangun Perekonomian, Komitmen BRI Sentuh Pedesaan
“Oleh karenanya kami akan terus mempertahankan kinerja keuangan Bank Index yang selalu tumbuh positif, kami juga selalu fokus untuk mencapai target yang telah ditentukan,” ujar Gimin.
Selain itu, untuk mengantisipasi persaingan antar Bank yang cukup kuat terutama gempuran dari platform teknologi finansial (Finctech), Gimin menyebutkan, Bank Index terus berupaya dalam pengembangan digital banking yang bertujuan untuk mendukung nasabah dalam bertransaksi melalui layanan elektronik perbankan.
Saat ini Bank Index telah memiliki layanan Internet Banking dan Mobile Banking untuk nasabah perorangan, dan dalam waktu singkat akan meluncurkan Internet Banking Business untuk nasabah korporasi.
"Kami juga sedang mengembangkan aplikasi e-form untuk memudahkan nasabah dalam menginput pembukaan rekening dan menginput transaksi melalui media internet,” ujarnya.
Selain itu, Gimin juga menegaskan, pihaknya terus mengembangkan dan mengutamakan teknologi dalam rangka menghadapi ancaman cyber crime guna melindungi dan melakukan pencegahan atas kerugian yang tidak diinginkan pada bisnis Bank Index serta nasabahnya.
“Kami berharap dengan pencapaian ini, kepercayaan masyarakat dan nasabah Bank Index akan terus meningkat, sehingga dalam jangka panjang akan berdampak positif bagi perkembangan kinerja Bank Index,” tutup Gimin. (RO/OL-7)
PERTUMBUHAN kredit industri fintech peer-to-peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar) pada 2026 berada di level dua digit.
Per Desember 2025, kredit perbankan tumbuh sebesar 9,63% secara tahunan (yoy) ditopang penyaluran kredit investasi yang tinggi.
Kebutuhan masyarakat terhadap akses kredit digital yang cepat, mudah, dan terjangkau terus meningkat, terutama di luar kota-kota besar.
Keterbatasan akses pembiayaan masih menjadi persoalan besar bagi pelaku usaha di Indonesia, khususnya UMKM dan generasi muda.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, daya beli masyarakat kelas menengah masih membutuhkan dukungan kebijakan.
Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Hery Gunardi mengungkapkan fasilitas pinjaman perbankan yang belum ditarik atau undisbursed loan masih cukup tinggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved