Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Fintech Tanamduit Rambah Asuransi

(*/E-1)
25/9/2019 05:20
Fintech Tanamduit Rambah Asuransi
Chief Business Tanamduit M. Hanif saat meninjau stan Tanamduit pada pameran Indonesia Fintech Summit & Expo 2019 diJakarta Convention Center( ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/ama.)

PLATFORM financial technology (fintech) Tanamduit memperlebar layanan yang diberikannya dengan meluncurkan fitur penjualan produk asuransi. Peluncuran tersebut merupakan bagian dari pengembangan pemanfaatan teknologi digital di bidang asuransi (insurtech).

"Tanamduit didirikan untuk menjadi digital platform wealth management yang memudahkan masyarakat dalam mengatur keuangan," kata Rini Hapsari, Co-founder Tanamduit, di Jakarta, kemarin.

Dia menambahkan bahwa asuransi di era digital merupakan bagial dari tekfin juga. Melalui platform Tanamduit, masyarakat dapat memilih dan membeli produk-produk asuransi dan produk-produk investasi lainnya. Platform Tanamduit menyediakan 5 produk asuransi dan akan dikembangkan menjadi 20 hingga akhir tahun, selain 60 produk reksadana dan 16 perusahaan investasi.

"Tanamduit Insurtech menghadirkan informasi yang transparan sehingga masyarakat leluasa memilih produk yang dibutuhkan dengan premi terjangkau dan benefit yang menarik," papar Rini.

Ada lima produk asuransi yang pertama dijajakan untuk pertama kalinya pada Tanamduit. Pertama ialah asuransi demam berdarah dengue (DBD) dana Hospital Cash Plan 5 Disease oleh Adira Insurance, kemudian Jaga Sehat Tropis dan Jaga Sehat Pilihanku oleh Jagadiri dan Gadget Insurance oleh KSK Insurance.

Direktur Businesss Development Tanamduit Muhammad Hanif mengatakan pihaknya menargetkan penambahan jumlah nasabah menjadi 300 ribu sampai akhir 2019. Salah satunya bisa dikontribusikan dari peluncurkan produk asuransi. Saat ini jumlah nasabah Tanamduti tercatat 125 ribu nasabah.

Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon menilai tantangan asuransi jiwa ke depan masih sangat besar.

Saat ini estimasi penduduk yang memiliki pertanggungan polis hanya 12 juta atau sekitar 5% dari jumlah penduduk Indonesia.

Perkembangan teknologi saat ini diharapkan mampu mendo-rong pertumbuhan asuransi.

"Kami berharap ke depannya akan semakin banyak produk asuransi yang tersedia secara digital sehingga mampu menarik masyarakat, khususnya generasi milenial," tukasnya. (*/E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya