Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo meminta perbankan tidak berlama-lama untuk memangkas suku bunga simpanan dan kredit karena bank sentral telah agresif dengan tiga kali menurunkan suku bunga acuan sepanjang tahun ini.
Tidak hanya itu, BI juga memastikan kecukupan likuiditas dengan intensifikasi operasi moneter dan relaksasi kebijakan makroprudensial.
"Kita harapkan bank-bank menurunkan suku bunga kreditnya meskipun kita paham ini membutuhkan waktu. Tapi ya jangan lama-lama supaya pasokan dan permintaan kredit naik, jadi investasi bisa meningkat, dan akhirnya ke pertumbuhan ekonomi," kata Perry Warjiyo seusai Rapat Dewan Gubernur BI di Jakarta, kemarin.
Untuk diketahui, BI kembali memangkas suku bunga acuan 7-Day reverse repo rate (BI7DRR) sebesar 0,25% menjadi 5,25%. BI juga memangkas bunga acuan itu di dua bulan sebelumnya secara berturut-turut.
Menurut Perry, dengan tiga kali penurunan suku bunga acuan, semestinya transmisi ke pasar uang antarbank dan selanjutnya suku bunga perbankan dapat lebih cepat.
Dari sisi suplai, likuiditas perbankan sudah dilonggarkan pada tahun ini dengan penurunan giro wajib minumum ke 6% dari 6,5%.
Selain itu, besaran ratio intermediasi makroprudential (RIM)juga diberikan relaksasi dengan kenaikan dari 80%-92% ke 84%-94% sehingga perbankan leluasa menambah volume kredit.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani mengapresiasi langkah BI yang terus melakukan pelonggaran moneter.
Namun, ia menyayangkan sikap perbankan yang masih menahan diri untuk ikut menurunkan suku bunga pinjaman.
Rosan memprediksi para pelaku usaha terutama yang bergerak di sektor riil baru akan merasakan manfaat dari pemangkasan suku bunga pada tahun depan.
"Pelonggaran kebijakan moneter masih belum diikuti perbankan. Mungkin dampaknya baru akan terasa tahun depan," ujar Rosan kepada Media Indonesia, kemarin.
Kendati demikian, ia optimstis sektor riil akan kembali menggeliat bahkan bertahan dari ancaman resesi global jika BI konsisten dengan kebijakan pelonggaran hingga akhir tahun.
"Semakin rendah suku bunga akan semakin baik karena cost of fund pasti akan turun, tapi itu tetap menunggu dari perbankan," tandasnya.
Tren global
Penurunan suku bunga acuan tidak hanya dilakukan BI. Beberapa bank sentral negara lain juga melakukan hal itu (lihat grafik).
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan penurunan suku bunga yang dilakukan bank sentral Amerika Serikat, The Fed, dan negara lainnya merupakan upaya menahan pelemahan ekonomi global.
"Yang dilakukan The Fed, maupun nanti kebijakan-kebijakan yang diambil bank sentral di Eropa, Jepang, RRT (Republik Rakyat Tiongkok), itu semua untuk meng-antisipasi ekonomi yang mereka sudah lihat," ujar Sri Mulyani di ICE BSD, Tangerang, Banten, kemarin. (Pra/Ata/E-1)
Federal Reserve resmi menahan suku bunga di level 3,5%-3,75%. Jerome Powell soroti dampak ketidakpastian perang terhadap inflasi dan tegaskan tak akan mundur.
Sejumlah ekonom memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan BI-Rate di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Maret 2026.
Prediksi harga emas Senin 23 Februari 2026 diperkirakan masih dalam tren positif. Simak faktor dolar AS, suku bunga, dan sentimen global yang memengaruhi pasar.
Inflasi Januari 2026 naik ke 3,55%. Bank Indonesia menahan BI Rate di 4,75% jelang Ramadan dan Idulfitri, seiring tekanan musiman dan nilai tukar rupiah.
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 42 poin ke Rp16.828 per dolar AS. Penguatan dolar dan naiknya probabilitas The Fed menahan suku bunga pada Maret 2026 menekan pergerakan rupiah.
Presiden Donald Trump kembali menyuarakan dukungan atas penyelidikan terhadap Jerome Powell terkait proyek renovasi kantor Fed. Trump juga mendesak penurunan suku bunga.
Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk Hosianna Evalita Situmorang mengamini keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan BI di 4,75%
BANK Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate hari ini 17 Maret 2026 sebesar 4,75 persen untuk memperkuat rupiah
Sejumlah ekonom memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan BI-Rate di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Maret 2026.
Penukarkan Uang Baru Melalui Mobil Keliling Bank Indonesia
BRI menyiapkan uang tunai sebesar Rp25 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Lebaran 2026.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menuturkan, pengendalian nilai tukar rupiah dari dolar Amerika Serikat masih dapat dilakukan dengan baik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved