Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo mengingatkan jajaran menterinya untuk melihat peluang ekspor produk permebelan. Hal itu disampaikannya saat rapat terbatas tentang peningkatan ekspor permebelan, rotan, dan kayu di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (10/9).
"Saya ingin lebih mengkonkretkan lagi kebutuhan-kebutuhan yang ada, terutama dalam rangka peningkatan ekspor mebel dan produk-produk kayu dan rotan dari negara kita karena kita melihat ada sebuah peluang besar yang bisa kita manfaatkan dalam (kurun) waktu ke depan," ujar Presiden.
Baca juga: Konsep Pavilion Indonesia di Expo 2020 Dubai Dikemas Kreatif
Berdasarkan informasi yang diterimanya dari Bank Dunia, Presiden menyebut bahwa mebel, produk kayu, dan rotan, memiliki kesempatan besar untuk masuk ke pasar-pasar internasional. Hal tersebut terutama disebabkan karena adanya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok.
"Sekali lagi, ini berangkat dari informasi yang saya terima dan saya kira kesempatan itu sangat besar sekali dari pasar yang dulunya diisi oleh Tiongkok kemudian ditinggalkan karena perang dagang. Inilah yang jadi kesempatan kita," jelasnya.
Oleh sebab itu, Kepala Negara ingin jajaran di kementerian memberikan tindakan-tindakan konkret dan kebijakan-kebijakan yang memberikan dukungan terhadap peningkatan ekspor mebel tersebut.
"Sehingga apa yang diinginkan oleh para pengusaha utamanya di dunia mebel dan rotan nanti betul-betul bisa kita realisasikan," imbuhnya.
Di awal pengantarnya, Presiden Jokowi menyinggung bahwa rapat terbatas kali ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang digelar beberapa pekan lalu. Dalam sidang kabinet paripurna yang digelar di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Juli 2019.
Ia menyebut perang dagang yang masih berlangsung antara Tiongkok dengan AS harus bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan ekspor ke AS. (OL-8)
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus sebesar US$38,54 miliar atau setara Rp645,7 triliun di sepanjang Januari-November 2025.
Industri penunjang minyak dan gas (migas) dalam negeri semakin menunjukkan peran strategisnya.
Holding UMKM Expo 2025 bertema "Ekosistem Bisnis UMKM Kuat, Siap Menjadi Jagoan Ekspor” menjadi wadah yang sangat baik untuk perkembangan UMKM.
Nilai ekspor non-migas Jawa Barat pada periode Januari hingga Oktober 2025 telah menyentuh angka USD 32,01 miliar.
Delapan perusahaan asal Jawa Timur ambil bagian dalam kegiatan Pelepasan Ekspor Serentak yang dipimpin Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri.
Indonesia merupakan pasar yang sangat penting bagi produk Malaysia karena kedekatan budaya, selera, dan preferensi konsumen.
Tumpukan gelondongan kayu terlihat di permukiman Tabiang Bandang Gadang, Nanggalo, Padang, Sumatra Barat.
Kayu-kayu besar yang ditemukan pascabencana merupakan konsekuensi dari rusaknya lapisan-lapisan vegetasi akibat aktivitas manusia.
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup atau KLH akan panggil perusahaan yang diduga berkontribusi terhadap gelondongan kayu di Batang Toru awal pekan depan terkait banjir Sumatra
Menurut Prof Dodik, kayu-kayu besar dan kecil yang tampak berserakan di lokasi bencana tidak berasal dari satu penyebab tunggal.
Bareskrim Polri menyelidiki asal muasal material kayu gelondongan yang terbawa arus saat banjir bandang dan longsor di Sumatra Utara (Sumut) dan Sumatra Barat (Sumbar).
Manajer Kehati menduga banyaknya kayu yang hanyut dalam jumlah besar saat banjir bandang di Sumatra amat mungkin terkait aktivitas pembalakan liar atau degradasi hutan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved