Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3% pada 2020. Kendati tidak lagi mengandalkan kinerja ekspor untuk mencapai target tersebut, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan pihaknya akan terus menggenjot perdagangan luar negeri. Pemerintah akan melakukan reorientasi ekspor dengan memprioritaskan komoditas komplementer atau yang lebih spesifik.
"Misalnya ke Tiongkok, kota ekspor yang mereka tidak punya, yang mereka tidak produksi. Seperti sarang burung walet, buah-buahan tropis, sawit dan nikel. Itu yang kita dorong," ujar Enggartiasto kepada Media Indonesia, Sabtu (17/8).
Hal tersebut, ucap pria yang akrab disapa Enggar itu, telah dibicarakan bersama otoritas setempat saat ia mengunjungi Tiongkok Juli lalu.
"Mereka bilang akan membuka akses pasar lebih besar, memberikan percepatan dalam proses verifikasi untuk produk nanas, manggis, mangga, durian, alpkuat dari Indonesia," jelasnya.
Namun, untuk memuluskan hal tersebut, Indonesia masih harus bersaing dengan Vietnam yang memiliki produk serupa dan juga menargetkan Negeri Tirai Bambu sebagai pasar utama. Maka dari itu, ia meminta seluruh pemangku kepentingan bekerja sama untuk dapat menciptakan komoditas yang berdaya saing tinggi sehingga bisa menjadi pilihan utama di pasar global.
Di samping buah-buahan tropis, pemerintah juga akan mendorong penjualan sarang burung walet ke Tiongkok. Walaupun dari sisi volume tidak besar, komoditas tersebut memiliki nilai ekspor yang cukup tinggi.
"Satu kilogram (kg) itu harganya bisa Rp40 juta," tuturnya.
baca juga: Biayai Infrastruktur, Menkeu Incar dana Swasta Rp19 Triliun
Setiap tahun, rata-rata produksi sarang burung walet di Tanah Air mencapai 1.500 ton. Sebanyak 99% dari total tersebut sedianya pada akhirnya dikonsumsi oleh Tiongkok. Namun, yang tercatat sebagai ekspor resmi dari Indonesia hanya 70 ton. Selebihnya diekspor secara ilegal atau diselundupkan ke negara-negara tetangga baru kemudian dikirim ke Tiongkok dari sana.
"Itu yang ingin kita perbaiki ke depan, menggiring ekspor selundupan menjadi resmi," tutur Enggar. (OL-3)
Pada kuartal IV 2025, industri tekstil dan produk tekstil tercatat tumbuh 4,37 persen secara tahunan di tengah tekanan global dan perlambatan permintaan di sejumlah negara tujuan ekspor.
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Indonesia kembali mencatatkan kinerja positif dengan mempertahankan surplus neraca perdagangan selama 68 bulan berturut-turut, di tengah kondisi ekonomi global yang tak pasti.
BPS melaporkan kinerja ekspor Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat mencapai US$282,91 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 6,15%.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan barang Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 kembali mencatatkan surplus signifikan.
Partisipasi Sarinah di Indonesia Pavilion yang berlangsung pada 19–23 Januari 2026 di Davos, Swiss, menandai dimulainya fase penguatan ekspor perusahaan mulai tahun ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved