Sabtu 17 Agustus 2019, 02:39 WIB

Biayai Infrastruktur, Menkeu Incar dana Swasta Rp19 Triliun

Atalya Puspa | Ekonomi
Biayai Infrastruktur, Menkeu Incar dana Swasta Rp19 Triliun

Antara/Yulius Satria Wijaya
Proyek pembangunan tol Cimanggis-Cibitung

 

PEMERINTAH akan mendorong keterlibatan swasta dalam pembangunan infrastruktur pada 2020. Adapun, pemerintah menargetkan untuk mendapatkan dana dari swasta sebesar Rp19,7 triliun untuk pembangunan 11 proyek infrastruktur.

"Nilai tersebut merupakan nilai capex atau estimasi nilai proyek pembangunan infrastruktur," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani di Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta Selatan, Jumat (16/8).

Dari total estimasi pendanaan dari swasta tersebut, terdapat 11 proyek infrastruktur yakni jalan Non Tol Sumatera Selatan (Rp0,9 triliun), Jalan Non Tol Riau (Rp1,1 triliun), Proving Ground Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) Bekasi (Rp1,6 triliun), Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) -Sumatera dan Jawa (Rp0,3 triliun), Kereta Api Makassar-Parepare (Rp1,0 triliun), Pengembangan dan Pengoperasian Pelabuhan Bau- Bau (Rp0,2 triliun), Pengembangan dan Pengoperasian Pelabuhan Anggrek Prov. Gorontalo (Rp0,3 triliun).

Selain itu, pendanaan tersebut akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur langit Palapa Ring Barat (Rp1,2 triliun), Palapa Ring Tengah (Rp1,0 triliun), Palapa Ring Timur (Rp5,4 triliun), dan Satelit Multifungsi (Rp6,6 triliun).

Baca juga : 2020, Pembiayaan Anggaran Lewat Utang Ditarget Rp351,9 T

Dengan adanya pembiayaan kreatif tersebut, diharapkan teriadi penguatan serta akselerasi dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia.

"Akselerasi pembangunan infrastruktur tersebut sebagai pendukung transformasi industrialisasi dan untuk merespon revolusi Industri 4.0," ucap Sri.

Adapun, secara keseluruhan pemerintah menganggarkan sebesar Rp419,2 triliun untuk pembangunan infrastruktur pada 2020. Angka tersebut naik 4,9% dari alokasi anggaran infrastruktur 2019 sebesar Rp 399,7 triliiun.

"Untuk infrastruktur tahun depan, yang naik tajam adalah jalan. Tahun 2020 targetnya naik dua kali lipat," ujar Sri.

Dirinya merinci, pembangunan jalan ditargetkan mencapai 837 kilometer pada 2020 atau naik lebih dari dua kali lipat dari pembangunan jalan pada 2019 yang hanya sepanjang 406 kilometer.

Selain itu, pada 2020 pemerintah merencakan pembangunan jembatan dengan total panjang 6,9 kilometer, pembangunan jalur kereta api sepanjang 238,8 kilometer, tiga bandara baru, 49 bendungan, dan 5.224 unit rusun dan 2.000 rumah khusus untuk masyarakat berpendapatan rendah. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More