Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH optimistis bisa menarik minat investor lebih banyak dalam penerbitan Sukuk Tabungan seri ST005, terutama milenial. Direktur Pembiayaan Syariah Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Dwi Irianti mengatakan pihaknya ingin meningkatkan jumlah investor dalam negeri dengan adanya penambahan mitra distribusi dalam penerbitan ST005.
"Pastinya iya (minat investor semakin terbuka lebar), terutama untuk milenial. Kalau dilihat dari sukuk tabungan terjadi pertambahan dari sisi investor milenialnya," kata dia usai launching Sukuk Tabungan Seri ST005 di Auditorium Gedung Frans Seda, DJPPR Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (8/8).
Sebagai informasi, proses pemesanan pembelian ST005 dilakukan melalui sistem elektronik yang disediakan mitra distribusi dan terhubung dengan sistem e-SBN. Adapun 22 mitra distribusi yang telah ditetapkan, antara lain PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara lndonesia (Persero) Tbk, PT Danareksa Sekuritas, PT Bareksa Portal lnvestasi dan PT Star Mercato Capitale (Tanamduit).
Terkait imbal hasil yang ditawarkan dalam ST005 lebih rendah dari sukuk tabungan sebelumnya, yaitu hanya 7,4%, Dwi menjelaskan itu sudah disesuaikan dengan kondisi pasar yang ada saat ini.
"Kalau imbalan itu kan kita setiap menerbitkan, akan kita lihat dari kondisi market yang ada. Kemarin kan BI rate turun 25 basis poin, tapi kita tidak langsung turunkan begitu saja karena kita masih memiliki benchmark yang lain, kondisi market sekarang lagi naik karena trade war, akhirnya kita ambil posisi 7,4%," tuturnya.
Baca juga: Pemerintah Tawarkan Sukuk Tabungan ST005 dengan Kupon 7,4%
Sebelumnya diberitakan, pemerintah mulai membuka penawaran Sukuk Tabungan seri ST005 secara daring kepada investor individu Warga Negara Indonesia (WNI) hari ini, Kamis (8/8). Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Luky Alfirman mengatakan pihaknya optimistis penawaran tersebut bisa mencapai target indikatif sebesar Rp2 triliun.
Masa penawaran Sukuk Tabungan seri ST005 tersebut akan berlangsung mulai tanggal 8 Agustus hingga 21 Agustus 2019 dengan minimum pemesanan Rp1 juta dan maksimum pemesanan Rp3 miliar. ST005 memiliki tenor dua tahun dan menawarkan tingkat imbalan/kupon minimal sebesar 7,40% per tahun.(OL-5)
KEMENTERIAN Keuangan (Kemenkeu) merespons kabar yang menyebut Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono digadang-gadang mengisi posisi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).
(KPK) menduga uang kasus suap pajak turut mengalir ke oknum di Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Anggota DPR RI menyebut kasus suap korupsi yang melibatkan pegawai Direktorat Jenderal Pajak harus menjadi momentum bagi Kementerian Keuangan melakukan bersih-bersih.
KPK melakukan penelusuran penerimaan uang suap ke pejabat di Ditjen Pajak.
Budi enggan memerinci sosok yang tengah dibidik oleh penyidik. KPK sedang mencari keterlibatan pihak lain yang diduga memiliki peran dalam pengurangan pajak ini.
Rudianto menilai tindakan tegas dari Aparat Penegak Hukum (APH) sangat krusial di tengah upaya Presiden Prabowo Subianto meningkatkan penerimaan negara.
bahwa 80% masyarakat Indonesia usia 20-40 tahun menabung untuk kebutuhan masa depan,
ST010 patut jadi pertimbangan untuk pilihan investasi, karena instrumen ini dinilai menarik seiring dengan makin besarnya potensi penurunan suku bunga acuan.
Produk tersebut adalah Sukuk Tabungan seri ST009, yang mulai dipasarkan sejak tanggal 11 November 2022 lalu.
Manuel Adhi Purwanto, menyambut positif upaya pemerintah dalam melakukan pengendalian perubahan iklim lewat instrumen investasi green sukuk ritel.
Pemerintah mengaku tidak dapat memenuhi kebutuhan dana tersebut apabila hanya bersumber dari APBN.
Penjualan sukuk itu dimulai dari Rp1 juta hingga Rp3 miliar dengan masa penawaran mulai 4 November hingga 25 November 2020.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved