Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman menyampaikan total volume pemesanan pembelian Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR007 sebesar Rp3,216 triliun. Capain penjualan SBR007 telah melebihi target indikatif Rp2 triliun.
Berdasarkan usia, pembeli SBR007 didominasi kalangan milenial.
"Berdasarkan usia, jumlah investor dari generasi milenial mendominasi dengan porsi mencapai 50,85% dari total jumlah investor," kata Luky dalam keterangan resminya, Senin (29/7).
Literasi investasi masyarakat, lanjut Luky, semakin meningkat. Hal tersebut tercermin dari jumlah investor baru yang membeli SBR007 tercatat sebanyak 9.956 investor. Dari total investor baru tersebut, 55,05% merupakan generasi milenial.
"Hal itu menunjukkan saat ini generasi muda semakin sadar untuk berinvestasi sejak dini," ujarnya.
Baca juga: Kemenkeu Optimistis SBR007 Laku di Pasaran
Dengan keunggulan fitur SBR yang aman, mudah dan terjangkau, jelas Luky, masyarakat yang baru mulai belajar berinvestasi memilih SBR sebagai instrumen investasinya. Hal tersebut terlihat dari jumlah investor dengan pemesanan Rp1 juta mencapai 1.006 investor dengan total volume pemesanan Rp1.006 miliar.
"Capaian positif tersebut diharapkan terus berlangsung di tengah upaya pemerintah memperluas basis investor di dalam negeri dalam rangka pendalaman pasar keuangan domestik," terangnya.
Di samping investor baru yang jumlahnya siginifikan, Luky mengutarakan ada juga investor yang selalu membeli SBR di setiap masa penerbitannya.
"Ada 229 investor yang kembali membeli SBR007 sejak pemerintah menerbitkan SBR secara online dengan nominal pembelian SBR007 sebesar Rp57,97 miliar," tambahnya.
Jika dirinci lebih lanjut, jumlah investor ritel terbesar adalah yang melakukan pemesanan pada rentang Rp1 juta hingga Rp100 juta yaitu mencapai 68,98%. Sementara, dari sisi volume pemesanan, kelompok Baby Boomers merupakan yang terbesar, yaitu mencapai 41,73% dari total volume pemesanan atau Rp1,34 triliun.
Berdasarkan kelompok profesi, jumlah investor terbesar adalah pegawai swasta yang mencapai 38,43%. Selanjutnya, kelompok wiraswasta dan PNS/TNI/Polri yang masing-masing sebesar 19,14% dan 10,29%.
Adapun berdasarkan volume pemesanan, kelompok profesi wiraswasta adalah yang terbesar mencapai 36,68%, kemudian disusul oleh pegawai swasta dan ibu rumah tangga masing-masing sebesar 28,46% dan 13,70%.(OL-5)
Ingin melancong ke Uni Emirat Arab? Ini 7 destinasi yang cocok bagi Gen Z dan Milenial yang ingin berkunjung ke Dubai.
Wisatawan Indonesia terus menunjukkan antusiasme untuk bepergian, akan tetapi setiap generasi memiliki cara berwisata dan mencari pengalaman baru yang berbeda.
Remaja masa kini sulit lepas dari ponsel, bahkan di pesta ulang tahun. Simak ide pesta nostalgia tanpa layar yang bisa membuat mereka kembali menikmati kebersamaan.
Riset ini mengungkap perbedaan mencolok dalam cara Gen X dan Millennial mengelola pendidikan, kesejahteraan emosional, pengeluaran, dan waktu bersama keluarga.
Banyak anak muda memilih menggunakan uang untuk hal-hal yang dirasa dapat membuat mereka melupakan tekanan hidup, misalnya dengan belanja online.
Tren pembelian rumah tapak di kawasan Tangerang, khususnya Karawaci, semakin diminati, terutama oleh generasi milenial dan pasangan muda.
PT Pollux Hotels Group Tbk memperkuat strategi kebutuhan dan struktur pendanaannya dengan menerbitkan Obligasi Terkait Keberlanjutan I Tahun 2025 senilai maksimal Rp500 miliar.
SMF menilai kebijakan Bank Indonesia yang menetapkan obligasi SMF sebagai underlying transaksi repo, akan membuka kembali minat investor t
SBN akan memperluas ekosistem aset digital yang terukur dan sesuai regulasi guna mendukung pertumbuhan sektor keuangan digital nasional.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons usulan Luhut Binsar Pandjaitan soal suntikan dana Rp50 triliun ke INA, dengan syarat dialokasikan ke sektor riil, bukan obligasi.
IHSG, nilai kapitalisasi pasar, dan juga rata nilai transaksi harian, membukukan rekor tertinggi atau all time high. Pasar modal domestik pada September 2025 mencatatkan kinerja yang positif.
Rencana penerbitan private placement Patriot Bond oleh Danantara Indonesia senilai Rp50 triliun menuai dukungan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved