Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
EKONOM Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira Adhinegara menilai usulan tarif cukai kantong plastik yang disampaikan Kementerian Keuangan masih belum efektif untuk mengurangi penggunaan kantong plastik.
Usulan tarif cukai plastik sebesar Rp200 per lembar dinilainya masih terlalu kecil.
"Saya kira belum efektif, masih terlalu kecil. Idealnya (tarif cukai kantong plastik) Rp400-Rp600 per lembar plastik. Kalau terlalu sedikit cukainya masyarakat akan tetap membeli kantong plastik saat belanja," katanya kepada Media Indonesia, Selasa (2/7).
Saat ini, kata Bhima, tarif yang berlaku di beberapa ritel ada yang di atas Rp200 per lembar. Maka itu, menurutnya, penetapan tarif cukai kantong plastik seharusnya berada di atas tarif yang sudah ditetapkan ritel.
Baca juga : Pengenaan Tarif Cukai Kantong Plastik Dinilai Masih Perlu Dikaji
Secara terpisah, Pengamat Perpajakan dari Danny Darussalam Tax Center (DDTC) Bawono Kristiaji justru menyambut baik perihal cukai plastik yang disampaikan Kementerian Keuangan.
Kendati belum mempunyai hitungan pasti mengenai seberapa efektifnya pengenaan tarif cukai kantong plastik tersebut, ia mengatakan usulan itu bisa efektif untuk mengendalikan penggunaan kantong plastik.
"Yang pasti pengendalian kerusakan lingkungan melalui price mechanism akan lebih efektif jika dibandingkan dengan skema command and control, misalkan aturan pelarangan atau pembatasan kantong plastik," katanya.
Hanya saja, ia meminta kepada pemerintah untuk memperjelas definisi kantong plastik yang akan dikenakan cukai. Hal itu dilakukan agar tidak membingungkan dari pengenaan cukai tersebut.
Lebih lanjut, ia pun menilai bahwa tarif cukai kantong plastik yang berlaku di negara-negara lain masih lebih tinggi angkanya dibandingkan usulan dari Kementerian Keuangan. Hanya saja, menurut dia, sebagai permulaan usulan tarif cukai tersebut sudah cukup.
"Sebagai permulaan angka tersebut menurut saya cukup, sembari meninjau perkembangan efektivitasnya seperti apa," tandasnya. (OL-7)
Bea Cukai tidak menetapkan tenggat waktu khusus bagi perusahaan importir untuk melakukan re-ekspor, selama pihak perusahaan menunjukkan itikad baik dan kooperatif.
Selama ini, sertifikasi AEO di Indonesia lebih banyak dimiliki oleh perusahaan manufaktur, sementara di sektor logistik jumlahnya masih terbatas.
DIREKTORAT Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan telah melakukan pembenahan secara menyeluruh.
Bea Cukai Atambua melakukan penindakan terhadap peredaran barang kena cukai (BKC) berupa hasil tembakau/rokok ilegal sebanyak 11 juta batang.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengapresiasi Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan yang dianggapnya telah menunjukkan perbaikan kinerja.
Peruri bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menggelar prosesi Pengiriman Perdana Pita Cukai Desain Tahun 2026 di kawasan produksi Peruri, Karawang, Jawa Barat, Rabu (10/12).
Memakai galon guna ulang bisa mengurangi sampah kemasan sekali pakai hingga 316 ton setiap tahun.
ANAK-anak muda Tanah Air berhasil menoreh prestasi dengan menciptakan karya seni yang memanfaatkan sampah platik. Beautiful Raja Ampat karya Dwi Siti Qurrotu Aini dari ITB
Pameran internasional terbesar untuk sektor mesin, material, dan teknologi pengolahan plastik serta karet, Plastics & Rubber Indonesia, akan kembali hadir pada 19–22 November 2025.
Pemerintah terus mendorong penggunaan sustainable material di sektor industri, salah satunya melalui pengembangan bioplastik.
Berdasarkan data SIPSN tahun 2024, timbulan sampah di 318 kabupaten/kota mencapai 34,1 juta ton per tahun, dengan 67,42% atau sekitar 23 juta ton belum terkelola dengan baik.
Ada sekitar 56 produk yang dibawa Greenhope ke World Expo 2025 Osaka. Produk-produk tersebut berupa bioplastik dan biodegradable additive.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved