Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Indonesia memprediksi pada akhir Juni inflasi berada di 0,45% atau 3,21% mtm. Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo menyatakan BI memprakirakan inflasi akan tetap terjaga.
Pihaknya memprakirakan, penyebab inflasi masih sama seperti bulan Mei, yakni bahan pangan dan harga angkutan umum.
"Beberapa penyebab inflasi masih seperti bulan lalu seperti cabai dan angkutan dalam kota. Tapi semuanya ke arah tren menurun," kata Dody di Gedung Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (28/6).
Baca juga: Pengendalian Inflasi jadi Fokus Strategi Makroekonomi 2020
Dody memprakirakan, hingga akhir tabun tingkat inflasi masih ada dalam range yang ditargetkan oleh BI.
"Hingga akhir tahun (inflasi) masuk dalam range kita dan masuk dalam range kita di bawah 3,5%. Tetap terjaga daya beli masyarakat inflasinya juga cukup rendah," tuturnya. (A-4)
Bank Indonesia juga mengoptimalkan aplikasi PINTAR untuk pemesanan penukaran uang guna meningkatkan kepastian dan ketepatan layanan.
UNTUK mempermudah akses masyarakat, Bank Indonesia Sulawesi Selatan (BI Sulsel) menyediakan 120 titik layanan penukaran uang Lebaran 2026 di 24 kabupaten/kota.
Untuk meningkatkan kenyamanan dan pemerataan layanan penukaran, masyarakat diwajibkan melakukan pemesanan terlebih dahulu melalui aplikasi PINTAR.
Tersedia pula layanan mitra kerja di sejumlah instansi strategis pada 5-10 Maret 2026 dan layanan tematik “Susur Pantai” di Pantai Warna Oesapa dan Pasar Ikan Oeba.
BI Sulsel menyiapkan uang layak edar sebesar Rp4,5 triliun atau meningkat 5 persen dibanding realisasi tahun sebelumnya yang sebesar Rp4,3 triliun.
RUPIAH berada di bawah tekanan seiring kenaikan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun yang menembus level 6,45% pada perdagangan Jumat, (20/2).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved