Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA berpotensi meraup transaksi sebesar US$529 ribu dalam World Tea Expo (WTE) 2019 yang dihelat di Las Vegas, Amerika Serikat, pada 11-13 Juni lalu.
Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Los Angeles Antonius Budiman mengungkapkan raihan tersebut merupakan kabar yang sangat baik di tengah kondisi perang dagang antara Negeri Paman Sam dan Tiongkok.
Selama ini, Negeri Tirai Bambu merupakan pemasok teh utama ke AS. Namun, kata dia, dengan kondisi kedua negara yang masih terus memanas, Indonesia berpeluang mengudeta sebagian pasar Tiongkok.
"Perang dagang AS-Tiongkok merupakan momentum yang memberikan peluang lebih besar bagi para produsen teh di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Teh hijau dan teh hitam Tiongkok dengan kemasan di bawah 3 kilogram kemungkinan besar akan dikenakan tarif 25% oleh AS. Itu menjadi celah bagi Indonesia merebut pangsa pasar mereka," ujar Anton, Selasa (18/6).
Dalam pameran tersebut, Paviliun Indonesia menampilkan tujuh perusahaan yang terbagi menjadi dua kategori. Karegori pertama, produk teh dan minuman herbal, terdiri dari lima korporasi yakni Harendong Tea Estate, PT Bukit Sari, PT Kepala Djenggot, Mustika Ratu dan Rowadu.
Adapun, untuk kategori kedua, produk makanan ringan, diikuti dua perusahaan yaitu Jans Food dan Ladang Lima dengan produk andalan seperti sweet potato chips, salted butter cookies, Danish cookies dan vegan almond cookies.
Paviliun Indonesia mendapatkan lokasi strategis, yaitu di depan pintu masuk pameran. Hal ini memberikan keuntungan tersendiri, yaitu bisa mendapatkan eksposur yang tinggi terhadap para pembeli.
Saat ini, AS dianggap sebagai pasar yang sangat potensial bagi komoditas teh. Pasalnya, gaya hidup sehat mulai menjangkiti kaum milennial di negara tersebut.
Mereka yang dulu lebih suka minuman bersoda, kini telah bergeser ke produk-produk teh.
Hal itu pun membuat komoditas tersebut kian berkembang dan memunculkan banyak inovasi seperti teh campuran antara teh dan bunga.
Saat ini, Indonesia merupakan pemasok teh terbesar ke-12 ke AS dengan nilai US$7,1 juta per tahun. Jumlah itu terbagi dalam dalam dua produk yakni teh hitam sebesar US$5,1 juta dan teh hijau US$2 juta.
Berdasarkan data Departemen Perdagangan Amerika Serikat, total nilai impor produk teh Negeri Paman Sam dari seluruh dunia pada 2018 tercatat sebesar USD$467 juta, dengan rincian nilai impor teh hitam US$302,4 juta dan teh hijau US$165,3 juta. Tiongkok menjadi pemasok terbesar dengan total nilai US$89 juta. (A-3)
Di tengah ketidakpastian pasar, berikut rekomendasi saham sektor energi dan emas yang menarik untuk dicermati hari ini. Peluang investasi di tengah volatilitas.
Geopolitik Iran-Israel-AS memanas, mempengaruhi pasar. Simak rekomendasi saham berbasis komoditas dan sektor energi di tengah ketegangan global ini.
Harga emas dunia diperkirakan menguat moderat pada Kamis (26/2) didorong sentimen safe haven dan ketidakpastian global, dengan support di kisaran 5.180–5.200 dolar AS per troy ounce.
Harga emas Antam diperkirakan akan kembali menguat pada perdagangan Selasa, 24 Februari 2026, setelah lonjakan Rp16.000 pada Senin. F
Komoditas ikan patin kini naik kelas, bukan sekadar ekspor, melainkan masuk ke rantai pasok pangan haji dan umrah dunia,
Peran negara tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik seperti jalan tol dan bandara, melainkan harus mendorong transformasi ekonomi produktif.
MENTERI Perdagangan (Mendag) Budi Santoso akan memanggil sejumlah eksportir untuk membahas potensi gangguan pasokan akibat penutupan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz
Bank Indonesia (BI) mengapresiasi catatan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari tahun ini.
BADAN Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia pada Januari 2026 mencapai 22,16 miliar dolar AS atau tumbuh 3,39 persen dibandingkan Januari 2025
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor mencapai US$22,16 miliar. Angka itu meningkat 3,39% secara tahunan.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 mencatat surplus sebesar 0,95 miliar dolar AS.
Dukungan Kementerian Koperasi (Kemenkop) terhadap kemajuan Koperasi Produsen Upland Subang Farm tidak hanya sebatas kebijakan, tetapi juga pembiayaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved