Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

Pemerintah Bidik Lebih Banyak Investasi dari Jepang

Andhika Prasetyo
30/5/2019 11:45
Pemerintah Bidik Lebih Banyak Investasi dari Jepang
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto(Dok. MI)

PEMERINTAH terus membidik masuknya berbagai investasi dari Jepang, mulai dari sektor manufaktur hingga keuangan. Target itu pun tampak akan dapat terealisasi setelah Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berkunjung ke Negeri Sakura dan bertemu dengan beberapa pemangku kepentingan terkait.

Menteri Airlangga menyambangi sejumlah direksi dari perusahaan besar seperti Sojitz Corporation, Nippon Steel, Fujitrans dan Sumitomo Mitsui Banking Corporation.

Beberapa waktu lalu, Sojitz Corporation telah menyatakan minat untuk membangun pabrik methanol kedua di Indonesia. Sojitz Group yang memiliki sekitar 400 anak perusahaan dan afiliasi, baik yang berlokasi di Jepang maupun di dunia mengembangkan operasi secara luas sebagai perusahaan dagang di banyak negara dan wilayah.

Mereka berinvestasi di beragam sektor seperti otomotif, sumber daya energi dan mineral, bahan kimia, bahan baku pangan, agrikultur, hasil hutan, barang konsumsi serta kawasan industri.

Airlangga menambahkan minat Sojitz untuk segera melakukan ekspansi usaha di Tanah Air semakin besar seiring rampungnya proses pemilihan umum presiden dan wakil presiden.

"Mereka berharap dengan terpilihnya Presiden Jokowi untuk periode selanjutnya, dapat memberikan kemudahan investasi yang lebih mudah lagi ke depannya,” ujar Airlangga melalui keterangan resmi, Rabu (29/5).

Baca juga: Indonesia-Jepang Tatap Kerja Sama Ekonomi Lebih Erat

Selain bertemu para petinggi Sojitz Corporation, Ia juga bertemu dengan jajaran direksi Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC), perusahaan perbankan dan jasa keuangan multinasional Jepang.

“Kami berharap SMBC dapat menurunkan kesuksesan sektor finansial mereka di Indonesia,” tuturnya.

Berdasarkan survey US News, pada 2018, Indonesia merupakan negara tujuan investasi terbaik nomor dua di dunia. Sementara, dari laporan versi Bank Dunia, peringkat kemudahan berusaha Indonesia berada di urutan ke-73 dari 190 negara di dunia, melompat jauh dari peringkat sebelumnya yang masih di level ke-120.

Jepang merupakan investor terbesar kedua di Indonesia sepanjang 2018, dengan nilai investasi mencapai US$4,9 miliar atau 16,7% dari total penanaman modal asing.

Mereka telah mendominasi industri otomotif di Tanah Air dengan membangun banyak pabrik di Bekasi, Karawang dan Purwakarta. Kawasan itu kini menjadi basis produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik hingga ekspor.(OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya