Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

Hadirkan Tahap Baru Pertumbuhan Teknologi di Asia Tenggara

Despian Nurhidayat
09/2/2026 20:14
Hadirkan Tahap Baru Pertumbuhan Teknologi di Asia Tenggara
Ilustrasi(Dok Istimewa)

Sebagai lembaga investasi yang aktif pada tahap awal dan pertumbuhan di Asia Tenggara, PT Metro Timur Indonusa baru-baru ini merilis laporan evaluasi investasi 2025. Berbeda dari penyajian kinerja biasa, laporan ini lebih menekankan pada sinyal yang muncul dari portofolio investasi, mengungkapkan perubahan internal dalam ekosistem teknologi Asia Tenggara.

Dalam laporan 2025, PT Metro Timur Indonusa menyatakan bahwa ekosistem teknologi Asia Tenggara mengalami tren jelas: pertumbuhan kini terkonsentrasi pada sektor-sektor tersegmentasi yang menyelesaikan masalah struktural. Berbeda dengan konsep "Internet+" sebelumnya, fokus kini beralih ke skenario dengan kepastian. Penilaian ini didasarkan pada kinerja lebih dari 40 perusahaan yang telah diinvestasikan.

Dalam kondisi kapital yang semakin ketat, perusahaan yang terus mengalami pertumbuhan pengguna dan pendapatan umumnya memiliki ciri khas yang sama, mereka terintegrasi dalam proses bisnis tertentu, bukan hanya mengejar cakupan lalu lintas yang luas.

“Laporan refleksi 2025 ini menunjukkan bahwa pertumbuhan teknologi di Asia Tenggara kini bergerak ke arah yang lebih terfokus dan berkelanjutan. Kami melihat AI tidak lagi sekadar menjadi fitur, tetapi sudah menjadi bagian dari infrastruktur yang mendorong efisiensi dan relevansi solusi di berbagai sektor,” ujar Marketing Communication PT Metro Timur Indonusa, Bagus Santoso, dilansir dari keterangan resmi, Senin (9/2). 

Salah satu pengamatan penting dalam laporan tersebut ialah perubahan peran teknologi AI. PT Metro Timur Indonusa menunjukkan bahwa perubahan ini terjadi di berbagai industri secara bersamaan. 

Di sektor teknologi finansial, model AI digunakan untuk evaluasi risiko merchant tanpa catatan kredit tradisional, di sektor SaaS ritel, kemampuan AI diintegrasikan dalam prediksi inventaris dan analisis pelanggan, sementara di industri konten, AI meningkatkan efisiensi dalam lokalisasi multibahasa.

Berbeda dengan harapan bahwa "globalisasi teknologi akan menghapus perbedaan regional", pengamatan PT Metro Timur Indonusa menunjukkan bahwa keistimewaan pasar Asia Tenggara justru semakin menonjol.

Penilaian ini didasarkan pada beberapa dimensi data, pertama, jalur digital yang mengutamakan perangkat mobile menciptakan produk yang unik. Portofolio investasi lembaga ini menunjukkan bahwa proyek yang sukses umumnya memiliki karakteristik kuat pada perangkat mobile, mencerminkan struktur demografisdi Asia Tenggara yang melompat dari era PC langsung ke internet mobile.

Selain itu, kompleksitas lingkungan pembayaran telah mendorong inovasi fintech yang bervariasi. Laporan ini secarakhusus mencatat adanya kesenjangan antara akses rekening bank dan penerimaan pembayaran digital, yang membuka peluang untuk solusi pembayaran tertentu.

Bidang pembuatan konten sedang mengalami transformasi yang signifikan. Laporan ini mengamati fenomena menarik, para kreator kini beralih dari "titik lalu lintas" menuju "subjek usaha kecil."

Peralihan ini didorong oleh dua faktor utama, pertama, alat AI telah menurunkan hambatan untuk menghasilkan konten profesional; kedua, alat berbasis platform memungkinkan kreator untuk mengelola karya, menganalisis data, dan menciptakan berbagai sumber pendapatan. Investasi strategis terhadap Otto Media Grup mencerminkan prediksi terhadap tren ini, logika investasi kini berfokus pada siapa yang memiliki alat+ data + efisiensi, bukan lagi yang memiliki lalu lintas.

Berdasarkan pengamatan 2025, PT Metro Timur Indonusa berpendapat bahwa di masa depan, AI akan semakin mendalam ke dalam lapisan infrastruktur. Pemanfaatan kemampuan AI akan semakin mudah, dan lebih banyak inovasi akan muncul dalam cara mempermudah industri tradisional menggunakan teknologi AI.

Pada 2026, penilaian ini akan diuji di pasar. Terlepas dari hasilnya, pengamatan praktis PT Metro Timur Indonusa memberikan referensi penting untuk memahami ekosistem teknologi regional yang kompleks dan dinamis ini. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya