Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Sucor AM Hadir di Art Jakarta Papers 2026, Hadirkan Investasi Lewat Bahasa Seni

Insi Nantika Jelita
08/2/2026 19:52
Sucor AM Hadir di Art Jakarta Papers 2026, Hadirkan Investasi Lewat Bahasa Seni
Sebuah instalasi seni interaktif dibangun untuk menerjemahkan filosofi investasi Sucor AM ke dalam pendekatan yang strategis dan mudah dipahami.(Dok. Sucor Asset Management)

SUCORINVEST Asset Management (Sucor AM) menilai investasi tidak semata soal angka, imbal hasil, atau pergerakan pasar. Investasi juga merupakan proses memahami tujuan, risiko, dan tingkat kenyamanan dalam setiap pengambilan keputusan. Pandangan inilah yang mendorong Sucor AM hadir dalam edisi perdana Art Jakarta Papers 2026, dengan pendekatan yang memadukan dunia investasi dan seni.

Kehadiran Sucor AM di ajang seni ini diwujudkan melalui kolaborasi kreatif yang menghadirkan investasi dalam bahasa yang lebih dekat dan personal. Art Jakarta Papers 2026 sendiri digelar pada 5–8 Februari 2026 di Jakarta, dengan menghadirkan 28 galeri dari Indonesia dan Asia dengan fokus pada medium kertas. Gelaran ini turut dihadiri Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha.

Dalam kolaborasi tersebut Sucor AM menggandeng Naufal Abshar, seniman Indonesia yang dikenal dengan narasi visualnya yang kuat, serta Indra Priawan sebagai Brand Ambassador sekaligus investor Sucor AM. Melalui medium kertas yang menjadi ruh Art Jakarta Papers, Sucor AM mengajak pengunjung melihat investasi dari sudut pandang yang lebih reflektif dan inklusif.

Sebuah instalasi seni interaktif dibangun untuk menerjemahkan filosofi investasi Sucor AM ke dalam pendekatan yang strategis dan mudah dipahami. Instalasi ini dirancang untuk membuka ruang dialog antara seni dan investasi, sekaligus merefleksikan identitas Sucor AM sebagai institusi yang terbuka terhadap pendekatan baru dan berani mengeksplorasi cara-cara yang berbeda dalam membangun literasi investasi.

Presiden Direktur Sucor Asset Management Jemmy Paul Wawointana mengatakan, kolaborasi ini bertujuan menghilangkan jarak antara masyarakat dan dunia investasi. Menurutnya, investasi seharusnya tidak dipersepsikan sebagai sesuatu yang rumit atau menakutkan.

"Sama seperti seni, investasi adalah proses yang bisa dipelajari, dipahami, dan dijalani dengan nyaman," ujarnya melalui keterangan tertulis.

Salah satu instalasi utama di Sucor AM Corner adalah bidak catur berbahan kertas, yang merepresentasikan filosofi investasi. Setiap bidak digambarkan memiliki peran dan karakter berbeda, namun saling terhubung dalam satu strategi besar. Enam bidak catur tersebut membentuk narasi tentang pengambilan keputusan, di mana setiap langkah memiliki konsekuensi dan membutuhkan perhitungan matang.

Selain instalasi visual, Sucor AM juga menghadirkan Chess Play, sebuah pengalaman bermain catur dengan tiga kategori posisi, yakni duduk nyaman, duduk menyamping, dan berdiri. Ketiga posisi ini merepresentasikan beragam tingkat kenyamanan dan cara pengambilan keputusan investor, sejalan dengan perbedaan profil risiko dalam berinvestasi.

Jemmy menambahkan, kolaborasi ini berangkat dari nilai utama yang dipegang Sucor AM, yakni mastery. Nilai tersebut dimaknai sebagai pemahaman mendalam atas proses, strategi, dan keputusan yang diambil, baik dalam investasi maupun dalam kehidupan.

"Sama halnya dengan catur, untuk bisa menang, apalagi menjadi grandmaster, kita tidak bisa hanya memikirkan satu langkah, tapi beberapa langkah ke depan," tuturnya.

Dengan memanfaatkan bahasa seni, Sucor AM berharap pesan tentang investasi dapat diterima lebih luas dan membumi, tanpa kehilangan kedalaman makna dan strateginya. (E-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Mirza
Berita Lainnya