Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) melepas ekspor komoditas pertanian asal Pontianak, Kalimantan Barat, senilai Rp24,1 miliar.
Kepala Barantan Ali Jamil menyebut ada lima komoditas yang diekspor yakni karet lempengan ke Tiongkok, India dan Korea Selatan senilai Rp9,1 miliar. Kemudian kelapa bulat tujuan Tiongkok senilai Rp1,4 miliar. Kelapa parut kering ke Brazil, Arab Saudi, Turki dan Polandia senilai Rp2,4 miliar. Lada dikirim ke Vietnam senilai Rp6,2 miliar dan pinang biji tujuan Bangladesh, India, Thailand dan Pakistan senilai Rp4,8 miliar.
Nilai tersebut cukup besar dan diharapkan mampu melampaui kinerja ekspor di tahun sebelumnya. Sepanjang 2018, produk-produk agrikultur asal Pontianak mampu menyumbang devisa sebesar Rp2,8 triliun. Lebih dari separuh jumlah tersebut, yakni Rp1,6 triliun, disumbangkan oleh komoditas karet.
"Karet masih menjadi komoditas ekspor unggulan di Kalimantan Barat. Tahun lalu saja karet menyumbang lebih dari setengah total nilai ekspor komoditas pertanian," ujar Ali melalui keterangan resmi, Kamis (23/5).
Baca juga: Jelang Lebaran, Kementan dan TNI AL Lakukan Patroli Laut
Ia pun bangga karena karet yang diekspor dari Pontianak bukan dalam bentuk mentah melainkan sudah menjadi produk turunan dengan nilai tambah.
"Ada banyak perusahaan pengolahan karet Kalimantan Barat dan itu sangat membantu proses nilai tambah produk tersebut," tuturnya.
Hal itu dinilai sangat bagus karena sesuai kesepakatan International Tripartite Rubber Council (ITRC) sejak 1 April hingga 31 Juli 2019 mendatang. Indonesia berkomitmen untuk mengurangi ekspor karet mentah sebesar 240 ribu ton untuk mendongkrak harga karet di level global dari US$1,4 menjadi US$2 per kilogram.
Karena sudah memiliki cukup banyak industri pengolahan, lanjutnya, Indonesia tidak perlu khawatir dengan kebijakan pembatasan ekspor karet.
"Pengurangan ekspor karet mentah tidak akan banyak berpengaruh pada petani. Kita punya banyak perusahaan dalam negeri yang menyerap karet mentah untuk diolah sebelum diekspor. Justru hal ini dapat mendatangkan nilai tambah dan meningkatkan daya saing karet Indonesia," tambahnya.
Berdasarkan data FAO, Indonesia merupakan negara produsen karet terbesar kedua setelah Thailand, dengan produksi mencapai 3.629.544 ton.(OL-5)
Pada kuartal IV 2025, industri tekstil dan produk tekstil tercatat tumbuh 4,37 persen secara tahunan di tengah tekanan global dan perlambatan permintaan di sejumlah negara tujuan ekspor.
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Indonesia kembali mencatatkan kinerja positif dengan mempertahankan surplus neraca perdagangan selama 68 bulan berturut-turut, di tengah kondisi ekonomi global yang tak pasti.
BPS melaporkan kinerja ekspor Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat mencapai US$282,91 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 6,15%.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan barang Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 kembali mencatatkan surplus signifikan.
Partisipasi Sarinah di Indonesia Pavilion yang berlangsung pada 19–23 Januari 2026 di Davos, Swiss, menandai dimulainya fase penguatan ekspor perusahaan mulai tahun ini.
Karhutla di Sumatra dan Kalimantan menyebabkan indeks standar pencemaran kualitas udara (Ispu) berada pada posisi tidak sehat akibat kabut asap pekat
GOLDEN Tulip Pontianak, Kalimantan Barat, secara resmi mengumumkan penyelenggaraan Golden Tulip Wedding Showcase 2026 melalui press conference yang digelar di Diamond Ballroom.
KOMPETISI bola voli profesional kasta tertinggi di Tanah Air, Proliga 2026, siap menghentak mulai Kamis (8/1). Kota Pontianak, Kalimantan Barat, terpilih menjadi titik awal
Dalam kegiatan ini, masyarakat Pontianak dapat berkonsultasi langsung dengan lembaga pembiayaan, mengajukan KUR (Kredit Usaha Rakyat), mengurus perizinan,
Pesan perdamaian, kesejukan, dan keharmonisan harus terus disebarluaskan, bersamaan dengan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Digitalisasi menjadi kunci peningkatan daya saing UMKM di era sekarang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved