Headline
Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.
Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.
Kumpulan Berita DPR RI
MENYAMBUT Hari Raya Idul Fitri, para karyawan biasanya mendapat tunjangan hari raya (THR) dari perusahaan atau pemberi kerja.
Tahun ini, ada kemungkinan dana THR dibayarkan bersamaan dengan gaji bulanan. Agar keuangan tetap sehat pascalebaran, Anda harus mengatur kedua pemasukan tersebut dengan tepat.
Head of Wealth Management & Client Growth Bank Commonwealth Ivan Jaya memberikan kiat mudah mengelola THR dan gaji yang datang di saat bersamaan.
Pertama, memisahkan dana THR dan gaji terlebih dahulu. Kemudian, buatlah anggaran dan skala prioritas dana THR dan gaji.
Ivan menyebut idealnya dana THR yang digunakan untuk keperluan hari raya tidak dihabiskan seluruhnya, disarankan sekitar 20-50% dana THR bisa ditabung atau diinvestasikan.
“Dalam pengelolaan THR, kebutuhan untuk hari raya harus diprioritaskan, seperti pembayaran zakat dan kebutuhan tradisi mudik,” kata Ivan Jaya melalui rilis yang diterima, Jumat (17/5).
Ivan menambahkan, sisa dana THR juga bisa dimanfaatkan untuk membayar utang dan ditabung. Tabungan ini bisa digunakan untuk kebutuhan pengeluaran tahunan seperti pembayaran PBB, pajak kendaraan atau qurban.
“Dana THR ini dapat juga diinvestasikan dan jangan diambil untuk kebutuhan masa depan," lanjut Ivan.
Setelah mengatur alokasi pengeluaran dana THR, selanjutnya membuat alokasi pengeluaran gaji bulanan.
Baca juga: THR Mulai Cair, Marketplace Berlomba Rayu Konsumen
Sebesar 20-30% dari pendapatan bulanan diprioritaskan untuk menabung atau berinvestasi. Kemudian, sisihkan 30% untuk membayar cicilan utang, gaya hidup dan sisanya untuk kebutuhan hidup seperti membayar listrik serta membeli persediaan makanan untuk satu bulan.
Hal mendasar yang wajib dilakukan, lanjut Ivan, membuat daftar prioritas, anggaran pengeluaran harus dicatat saat mendapat THR dan gaji bulanan serta disiplin atas apa yang dianggarkan.
"Dengan mencatat segala pengeluaran untuk kebutuhan Lebaran tahun ini, kita bisa memiliki acuan untuk pengelolaan THR tahun berikutnya dan juga gaji bulanan," ungkapnya.
Ivan juga menyarankan agar masyarakat terbiasa menyisihkan dana investasi untuk memiliki masa depan yang aman.
"Menabung atau investasi, baru kemudian membelanjakan uang. Bukan sebaliknya," tuturnya.
Sehingga, usai menerima dana bonus tidak serta-merta berhasrat membeli kebutuhan konsumtif yang sifatnya untuk kepuasan sementara.
Ivan menyarankan sebisa mungkin pendapatan tahunan digunakan untuk pengeluaran tahunan dan pendapatan bulanan untuk pengeluaran bulanan. Idealnya, jumlah yang diinvestasikan adalah 50% dari dana THR.
Namun, kini investasi tidak lagi membutuhkan uang yang banyak. Dengan Rp100 ribu pun bisa berinvestasi di reksadana.
“Kita harus mengetahui instrument investasi yang cocok dengan profil risiko diri serta memberikan nilai tambah. Karena dana yang diinvestasikan akan berkembang lebih pesat daripada hanya menggunakan instrumen keuangan lain seperti tabungan. Instrumen investasi ini seperti obligasi negara (ORI), sukuk atau reksadana yang kini sangat terjangkau,” jelas Ivan.(OL-5)
Berkolaborasi dengan 2.000 Ibu Relawan, Hadirkan 60.000 Paket Hidangan Buka Puasa dan Teh Hangat di 186 masjid di 6 Provinsi di Indonesia
Cari lokasi ATM pecahan Rp10 ribu dan Rp20 ribu di Bekasi untuk THR Lebaran 2026? Cek daftar lengkap lokasi di Bekasi Timur dan Selatan di sini!
Menjelang Lebaran, salah satu hal yang paling ditunggu-tunggu adalah Tunjangan Hari Raya (THR).
Jumlah PPPK paruh waktu di Jawa Tengah mencapai 13.077 orang, terbesar secara nasional.
Momentum pencairan tunjangan hari raya (THR) dimanfaatkan sebagai peluang menghadirkan pameran gadget gawai bagi masyarakat yang ingin memperbarui perangkat menjelang Lebaran.
Peningkatan konsumsi biasanya didorong oleh pencairan tunjangan hari raya (THR) serta mobilitas masyarakat yang meningkat selama musim mudik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved