Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
HASIL hitung cepat Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 yang dirilis berbagai lembaga survei menunjukkan keunggulan petahana. Presiden Joko Widodo sudah hampir pasti terpilih kembali untuk menakhodai pemerintahan Indonesia lima tahun ke depan.
Terpilihnya kembali Jokowi seakan menjawab ekspektasi pelaku pasar yang bertindak wait and see sebelum pemilu diselenggarakan.
Kemenangan Jokowi ini dalam jangka pendek akan membawa angin segar bagi perekonomian Indonesia, seperti pengulangan Jokowi Effect 2014.
Bahkan sebelum pilpres berlangsung, pasar merespons positif hasil survei elektibilitas capres yang menempatkan Jokowi unggul jika dibandingkan dengan Prabowo. Hal itu terlihat dari gerak penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di pasar modal.
Setelah hitung cepat selesai dilaksanakan dan menunjukkan Jokowi unggul, rupiah menguat sebesar 82 poin (0,58%) pada level Rp14.003 per dolar Amerika Serikat pada Kamis (18/4) pagi.
Baca juga : Pascapemilu, Aliran Modal Asing Masuk Rp73,28 Triliun
Indikator itu bukan segalanya, tetapi setidaknya menjadi barometer respons pasar yang positif atas hasil pilpres serta fenomena Jokowi Effect kedua.
Namun, tim ekonomi Presiden Jokowi perlu bergerak cepat dan hati-hati dalam melanjutkan kebijakan ekonomi, sehingga tidak terperangkap pada jebakan roda putar perekonomian yang sedang melemah, baik karena kondisi domestik maupun kondisi perekonomian global.
Ekonom Senior Center of Reform on Economics (Core) Piter Abdullah mengatakan, langkah pemerintahan periode pertama Presiden Jokowi dalam membangunan infrastruktur terintegrasi, sudah tepat karena mampu menciptakan daerah-daerah ekonomi baru dan menggerakkan roda perekonomian di Indonesia dari Sabang hingga Merauke.
"Sebagai prasyarat untuk menopang pertumbuhan, langkah itu sudah tepat," ujarnya.
Dia menilai, perekonomian Indonesia selama ini ditopang oleh faktor domestik terutama konsumsi dan investasi.
Untuk menggerakkan konsumsi, kata dia, hal paling utama yang mesti dibenahi dalam periode pemerintahan berikutnya adalah sektor manufaktur.
"Bagaimana industri yang dihasilkan ini dapat memenuhi atau terserap di pasar dalam negeri. Oleh karena itu, industri manufaktur harus digenjot, ujarnya.
Terkait investasi, Piter menilai masih banyak kendala yang mesti dibenahi, terutama jika ingin menarik investasi asing langsung (Foreign Direct Investment).
"Kendala tersebut antara lain permasalahan perizinan, pembebasan lahan, perburuhan, hingga ketersediaan bahan baku. Ini yang mesti dibenahi," ujarnya.
Seperti halnya Piter, ekonom Universitas Indonesia, Ari Kuncoro menilai pembangunan ekonomi, terutama infrastruktur yang dijalankan pemerintah sangat dirasakan manfaatnya, tidak hanya masyarakat kota besar tapi juga daerah-daerah lainnya.
"Mereka yang merasakan dampak infrastruktur itu bukan hanya kelas menengah perkotaan, tapi juga di desa-desa. Ingat, infrastruktur yang dibangun itu bukan cuma jalan, tapi juga air dan listrik," ujarnya. (RO/OL-8)
DIPLOMASI energi yang dilakukan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Tokyo, Jepang, dinilai menjadi sinyal kuat pergeseran posisi Indonesia dalam peta kekuatan global.
Otorita IKN telah mengeluarkan 65 perjanjian kerja sama senilai sekitar Rp70 triliun untuk mempercepat pembangunan di Kalimantan Timur.
Kerja sama ini akan fokus pada penerapan jangka panjang teknologi artificial intelligence (AI)/kecerdasan buatan pada bidang keuangan.
Bear market adalah kondisi pasar ketika harga aset turun secara signifikan dan berlangsung dalam periode yang relatif panjang.
KETIDAKPASTIAN ekonomi global membuat aktivitas merger dan akuisisi (M&A) segmen menengah atau mid-market melambat sepanjang 2025.
Pada Desember 2025 porsi konsumsi tercatat sebesar 74,3% kemudian turun menjadi 72,3% pada Januari 2026 dan kembali menurun menjadi 71,6% pada Februari 2026.
Purbaya menjelaskan bahwa meskipun kondisi global penuh ketidakpastian, permintaan domestik masih menjadi mesin utama penggerak ekonomi.
LPEI memperkirakan bahwa ekonomi Indonesia masih diperkirakan tumbuh 4-5 persen dengan mempertimbangkan dinamika harga komoditas dan perdagangan global dengan catatan
Batam mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,76% secara tahunan (year-on-year) pada 2025. Angka itu menjadikannya sebagai yang tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
UBS menggelar UBS OneASEAN Summit untuk ke-14 kalinya dengan menghadirkan lebih dari 850 investor institusional, pembuat kebijakan, serta pemimpin industri dari berbagai negara.
Bank Indonesia (BI) mengapresiasi catatan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari tahun ini.
Gubernur BI Perry Warjiyo proyeksikan pertumbuhan ekonomi RI triwulan I 2026 tetap kuat di tengah tantangan global. Simak faktor pendorong dan analisisnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved