Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Aura Positif Lingkupi Dunia Usaha

Atalya Puspa
22/4/2019 08:30
Aura Positif Lingkupi Dunia Usaha
Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani(ANTARA FOTO/Teresia May)

PELAKU pasar merespons positif hasil hitung cepat (quick count) dari berbagai lembaga survei serta hitung nyata (real count) sementara dari KPU yang menyatakan pasangan Jokowi-Ma’ruf unggul dari Prabowo-Sandi.

Pelaku pasar juga optimistis pertumbuhan ekonomi sebesar 6,5% di era kedua Jokowi sesuai dengan prediksi yang dirilis lembaga survei Moody.

Hal itu diungkapkan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia ­(Apindo) Hariyadi Sukamdani ketika dihubungi, kemarin.

Hariyadi menegaskan tingkat kepercayaan investor terhadap Indonesia semakin tinggi sejalan dengan hasil penghitungan suara sementara tersebut. “Dari segi kepercayaan pasar tinggi sekali. Semua sudah confident, tinggal persiapan mulai expand tanggal 22 Mei nanti,” katanya.

Pada penutupan pekan lalu pascapemilu, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat sebesar 25,68 ke level 6,507. Hal tersebut merupakan bukti dari geliat pasar saham Indonesia yang kian meningkat.

Hariyadi mengungkapkan para pelaku pasar kini cenderung memiliki gairah untuk berkontribusi secara langsung terhadap pasar. Hal itu kemudian memunculkan aura positif tersendiri bagi pasar di Indonesia.

Terlebih lagi Presiden Joko Widodo juga meyakinkan investor bahwa Indonesia dan situasi perekonomian tetap aman pascapemilu.

Semua orang merasa punya kepentingan untuk maju. Itu bagusnya. Auranya sangat positif. Semangatnya seperti waktu awal tax amnesty. Semua merasa punya kepedulian yang tinggi,” ucapnya.

yakin aura positif tersebut akan terus berjalan sepanjang pemerintahan Jokowi di periode depan. “Pelaku pasar bukan hanya go by the flow, tapi semuanya ingin berkontribusi,” ucapnya.

Hariyadi meyakini pertumbuhan ekonomi sebesar 6,5% dapat tercapai pada 2020 mendatang mengingat pada 2019 sudah memasuki pertengahan tahun. “Tahun ini mungkin 5,4%-5,6%, ya, tapi tahun depan bisa di atas 6%,” ucapnya.

Sebelumnya, Moody’s Investors Service menyatakan bahwa berdasarkan perhitungan Dana Moneter Internasional (IMF), Indonesia bisa mencapai potensi pertumbuhan PDB riil sebesar 6,5% di 2022.

Ketua Dewan Pembina Relawan Pengusaha Muda Nasional untuk Jokowi-Ma’ruf (Repnas) Bahlil Lahadalia meyakini perekonomi­an Indonesia akan semakin naik di era Jokowi. “Salah satunya ­dibuktikan ­dengan masuknya investasi senilai Rp1 triliun-Rp1,2 triliun setelah pelaksanaan pemilu dan ­diumumkannya hitung cepat sementara.” (Ata/Ant/X-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya