Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
CALON presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) diprediksi akan kembali memenangi bursa Pilpres 2019. The Economist Intelligence Unit menuturkan jokowi akan menang dengan dukungan dari mitra koalisinya.
Menurut The Economist, Jokowi harus terus fokus pada liberalisasi dari lingkungan bisnis. Dia juga harus secara bertahap membuka investasi asing.
"Reformasi big bang akan tetap sulit dipahami. Namun, jika Prabowo Subianto menang, dia akan menjadi nasionalis," tutur The Economist, dalam laporannya, Jumat 5 April 2019.
Mereka mengatakan Prabowo akan menjadi tantangan untuk bisnis asing dan perusahaan Indonesia dalam menjangkau pasar global. Selain itu, stabilitas fiskal Indonesia juga bisa terancam dengan rencana pemotongan pajak.
"Joko Widodo diprediksi mampu meneruskan masa jabatan dalam pemilihan 17 April karena dukungan yang akan ia terima dari partai-partai koalisi," kata mereka.
"Pemerintahan presiden saat ini telah memberikan stabilitas makro ekonomi dan peningkatan akses ke layanan kesehatan dan pendidikan," imbuh mereka.
Baca juga : Barisan Ormas Pemuda Siap Menangkan Jokowi-Ma'ruf
The Economist menambahkan, mantan gubernur DKI Jakarta itu juga membuat kemajuan bertahap dalam pengembangan infrastruktur. Prestasi Jokowi ini dinilai akan menambah dukungan untuknya.
Analis The Economist Intelligence Unit, Anwita Basu menuturkan Jokowi akan memastikan reformasi berkelanjutan terhadap lingkungan bisnis lima tahun ke depan. Meski demikian, ada beberapa risiko yang harus dihadapi Jokowi.
"Risiko utama bagi Jokowi adalah upayanya untuk menjangkau elemen-elemen dalam arus utama Islam konservatif serta kegagalannya memberikan perbaikan substansial dalam catatan hak asasi manusia," tuturnya.
Namun, menurut Basu, golongan muda dan minoritas pribumi akan berkurang antusiasmenya terhadap Jokowi. Hal ini berbeda dari Pilpres 2014.
"Jika lawan Jokowi adalah Prabowo Subianto, kebijakan Indonesia akan berubah menjadi populis," tegasnya.
Basu mencatat resep kebijakan Prabowo dapat mengancam stabilitas makroekonomi Indonesia. "Pendekatan proteksionisnya akan menghalangi investor asing," jelasnya.
Indonesia akan menggelar pesta demokrasi dalam beberapa hari ke depan. Pertarungan bursa pemilihan presiden kembali mengadu Jokowi dan Prabowo layaknya Pilpres 2014 lalu. (Medcom.id/OL-8)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen pemerintah dalam menangani berbagai hambatan investasi melalui sidang kedua debottlenecking.
Harga emas Antam hari ini Senin (26/1) cetak rekor ATH di Rp2.917.000 per gram. Simak prediksi harga emas Selasa 27 Januari 2026 dan rincian buyback.
Ayedh Dejem Group, perusahaan konstruksi dan pengembangan asal Emirat Arab, mengumumkan investasi sekitar Rp4 triliun di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Berdasarkan data penutupan pasar spot dunia pada Jumat (23/1), harga emas global (XAU/USD) ditutup menguat signifikan di kisaran USD4.987 per troy ons.
Dipopulerkan oleh Senator Elizabeth Warren, prinsip ini adalah kerangka kerja paling efektif untuk membagi pos pengeluaran.
Memahami dinamika harga emas tidak hanya sekadar melihat grafik harian.
KPK menetapkan Hasto Kristiyanto sebagai tersangka suap terkait buronan Harun Masiku. Hasto disebut aktif mengupayakan Harun memenangkan kursi anggota DPR pada Pemilu 2019.
Bagi Mahfud, batalnya memakai kemeja putih tersebut lima tahun lalu menyimpan pesan tersendiri.
KPID Sulawesi Selatan mengaku belum bisa menindak caleg dan parpol yang mulai mencuri start pada Pemilu 2024.
PENDUKUNG Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 kini berbalik mendukung calon presiden (capres) Prabowo Subianto jelang Pilpres 2024.
Beberapa upaya dari KPU untuk mencegah terjadinya kembali korban jiwa dari petugas KPPS.
"Mas Ganjar kan enggak nyapres, enggak nyapres beliau," kata Immanuel di Jakarta, Minggu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved