Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution menegaskan impor bawang putih yang ditugaskan kepada Perum Bulog memang diperlukan lantaran kurangnya stok bawang putih saat ini telah membuat harganya melonjak tinggi.
Hal itu disampaikannya saat menanggapi protes dari sejumlah importir yang merasa tidak adil dengan penugasan impor bawang putih kepada Bulog.
"Karena kita perlu sekarang. Dari dulu, pemerintah kalau soal pangan strategis seperti ini, kalau mengimpor salah satu alternatifnya melalui Bulog. Itu dari dulu, (impor) apa saja. Baik itu daging atau apa. Jadi, kalau kita perlu, kita minta dia (impor)," kata Darmin saat ditemui di kantornya, Jakarta, Kamis (21/3).
Jika ketersediaan bawang putih dinilai sudah cukup, kata Darmin, pemerintah tidak akan membuka keran impor. Kalaupun importir mau melakukan impor bawang putih, mereka harus melakukan kewajiban tanam sebanyak 5% dari volume rencana impor terlebih dahulu.
Sebelumnya diberitakan, penugasan impor bawang putih sebanyak 100 ribu ton kepada Bulog mendapat protes dari sejumlah importir. Hal tersebut dianggap menimbulkan perlakuan yang tidak adil bagi importir. Pasalnya, penunjukkan Bulog yang bisa mengimpor bawang putih tersebut tanpa perlu melakukan kewajiban tanam sebanyak 5% dari volume rencana impor.
Baca juga: Penugasan Impor Bawang Putih Bebani Bulog
Darmin menegaskan bahwa kewajiban tanam itu tidak bisa disamakan kepada Bulog yang tidak rutin melakukan impor. "Bulog tidak wajib tanam karena memang mereka tidak rutin mengimpor bawang putih, kecuali kalau mereka rutin, baru dapat kewajiban. Ketika kita perlu (impor), kita minta mereka," pungkasnya. (A-1)
Lonjakan harga hingga 100 persen terjadi pada bawang merah dari Rp30 ribu menjadi Rp60 ribu per kg, disusul cabai rawit merah sebelumnya Rp45 ribu menjadi Rp90 ribu per kg.
Berdasarkan data 10 komoditas dengan andil inflasi dan deflasi terbesar secara bulanan, cabai merah mencatat andil deflasi terbesar sebesar -0,31 persen, disusul cabai rawit -0,07 persen.
Daging ayam potong dari Rp37 ribu menjadi Rp40 ribu per kg, telur ayam ras menjadi Rp32 ribu per kg, bawang merah Rp45 ribu per kg, cabai merah menjadi Rp70 ribu per kg.
Berdasarkan pemantauan, harga cabai rawit merah tertinggi tercatat Rp90 ribu per kilogram, dan pada pemantauan terakhir berada di kisaran Rp80 ribu per kilogram.
Harga daging sapi terpantau Rp140.000 per kilogram, daging kambing Rp160.000, ayam ras Rp42.000, ayam kampung Rp65.000. Serta minyak goreng berada di kisaran Rp15.700 per liter.
Harga cabai domba mencapai Rp80.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp60.000. Begitu juga cabai tanjung dari Rp30.000 menjadi Rp 45.000.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved