Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor pada Februari 2019 sebesar US$12,2 miliar, turun sangat tajam yakni 18,61% dari Januari yang kala itu mencapai US$15,31 miliar.
Bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang menyentuh US$14,19 miliar, nilai impor saat ini lebih rendah 13,98%.
Secara rinci, impor migas tercatat melemah dari US$1,66 miliar menjadi US$1,55 miliar. Begitu pun sektor nonmigas yang merosot 20,14% dari US$13,33 miliar menjadi US$10,65 miliar.
Dilihat dari golongan penggunaan barang, mulai dari barang konsumsi, barang modal dan bahan baku, semua mengalami penurunan nilai.
Jumlah impor barang konsumsi, atau yang berkontribusi 8,19% terhadap keseluruhan, tercatat sebesar US$1 miliar, turun dari bulan sebelumnya yakni US$1,2 miliar.
Baca juga: Neraca Perdagangan Surplus, Menkeu: Kita Tetap Waspada
Untuk barang modal, penurunan terjadi 7,09% dari US$2,35 miliar menjadi US$2,18 miliar.
Pelemahan tertinggi terjadi pada golongan bahan baku yang merosot sampai 21,11% dari US$11,41 miliar menjadi US$9 miliar.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan penurunan impor bahan baku terjadi bukan karena adanya pelemahan kinerja industri di dalam negeri.
Sama halnya dengan ekspor, penurunan yang terjadi lebih karena jumlah hari di Februari lebih sedikit dibandingkan bulan sebelumnya. (OL-3)
BPS Targetkan Verifikasi 106 Ribu Peserta PBI-JKN Penyintas Penyakit Kronis Tuntas Sebelum Lebaran 2026
Badan Pusat Statistik (BPS) terus memperkuat dan memutakhirkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Capaian tersebut menunjukkan tren pemulihan pascapandemi yang berkelanjutan. Meski demikian, tingkat kemiskinan Jakarta saat ini masih belum sepenuhnya kembali ke posisi sebelum pandemi.
PERTUMBUHAN ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 tercatat sebesar 5,39 persen secara tahunan (year on year/YoY).
BADAN Pusat Statistik (BPS) menyampaikan bahwa penduduk bekerja pada November 2025 tercatat sebesar 147,91 juta orang.
Badan Pusat Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja perekonomian nasional yang solid di sepanjang 2025 dengan pertumbuhan sebesar 5,11% secara tahunan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved