Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Impor untuk Ciptakan Stabiliitas Harga

Henri Siagian
18/2/2019 19:53
Impor untuk Ciptakan Stabiliitas Harga
(MI/Palce Amalo)

LANGKAH impor adalah hal wajar yang dilakukan tiap negara di dunia untuk menciptakan stabilitas harga.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bustanul Arifin berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Media Indonesia, Senin (18/2), mengungkapkan berdasarkan ketetapan Food and Agriculture (FAO), sebuah negara dicap swasembada jika memiliki hasil produksi minimal 80% dari total kebutuhan.

Jika menilik data produksi beras yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencapai 32,4 juta ton dengan perbandingan konsumsi 29,5 juta ton, Indonesia sudah surplus hampir 3 juta ton.

“Jika melihat itu, Indonesia sekarang swasembada,” ujar Bustanul.

Ekonom dari Universitas Indonesia (UI) Fithra Faisal menegaskan, keberadaan impor bukanlah sesuatu yang haram. Pasalnya, tiap negara melakukan kegiatan perdagangan internasional yang satu ini.

“Impor itu kan bukan hal yang tabu. Semua negara pasti impor. Tidak ada negara yang tidak impor karena memang ini kan mekanisme supply and demand saja,” ungkapnya.

Terkhusus untuk Indonesia, ia memandang, impor pangan bukanlah suatu masalah. Hanya saja memang perlu dilakukan manajemen data terkait adanya perbedaan data antara Kementerian Pertanian dan BPS yang selama ini memang selalu menjadi ajang perdebatan.

Kalaupun memang saat ini ada data surplus hampir mencapai 3 juta ton pada produksi 2018, lanjut dia, pada kenyataannya harga komoditas khususnya beras cukup fluktuatif.

"Kalau memang kalau katanya surplus, seharusnya harga sudah bisa stabil dengan sendirinya kalau memang logistik surplus itu bisa didistribusikan dengan baik. Permasalahannya mungkin pada akhirnya kita bicara mengenai ongkos logistik yang mahal,” tuturnya lagi.

Saat kunjungan kerja ke Panimbang, Pandeglang, Banten, Senin (18/2), Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan impor beras sangat diperlukan untuk menjaga kebutuhan pangan nasional juga untuk menstabilkan harga di pasaran.

Baca juga: Impor Beras untuk Jaga Keseimbangan Harga

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan impor pangan bukan terjadi baru-baru ini saja. Harus diakui memang semenjak tahun 1960, Indonesia sudah melakukan impor unutk beras.

"Buktinya dari data, kita impor beras terus sejak tahun 1960-an," kata Enggartiasto di Cikupa, Tangerang. (A-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Henri Siagian
Berita Lainnya