Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
PLATFORM teknologi finansial (fintech) di Indonesia terus menunjukkan perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir.
CEO dan Co-Founder Investree yang juga ketua Asosiasi Fintech Pendanaan bersama Indonesia (AFPI) Adiran Gunadi mengatakan, tahun ini, ekosistem fintech di bidang pembayaran (payment) bakal jadi pendorong pertumbuhan.
Hal itu setidaknya dapat terlihat dari makin masifnya penggunaan sejumlah paltform pembayaran elektronik seperti Go-Pay, Ovo, dan T-Cash.
"Jadi sekarang siapa yang bisa membangun ekosistem lebih cepat strategi lebih cepat sudah kelihatan siapa yang akan unggul, " ucap adrian saat di temui di Depok, Rabu (6/2).
Sedangkan di sektor pinjaman (lending), Adrian melihat pertumbuhannya tetap akan berlangsung positif tahun ini. Ia bahkan menyebutkan, target pinjaman yang tersalurkan pada tahun ini naik 2x lipat atau mencapai Rp40 triliun untuk industri fintech di bidang pinjaman (peer to peer).
Di sisi lain, kolaborasi dan sinergi dengan lembaga keungan konvensional seperti perbankan, multifinanace, hingga platform perdagangan elektronik (e-commerce) pun akan makin terlihat di tahun ini.
Baca juga : Fintech Dorong Inklusi Keuangan di Indonesia
Smeentara itu, sejumlah tantangan juga harus dihadapi pelaku industri fintech tanah air. Adrian mengungkapkan, tantangan utama yang dihadapi masih berasal dari segi infrstruktur digital secara nasional.
"Itu merupakan program nasional yang harus kita dorong, " lanjutnya
Selain itu, edukasi awareness (kesadaran) masih menjadi PR bagi industri fintech
Di sisi lain mengenai pajak industri fintech yang di rencanakan oleh pemerintah, Adrian mengatakan bahwa Investree setuju bila pajak untuk industri fintech di keluarkan.
"Justru dengan adanya aturan yang jelas terkait dengan perpajakan harusnya industri ini akan lebih jelas," tandasnya. (OL-8)
Data Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) RI menunjukkan tren peningkatan pengaduan serta lonjakan kerugian finansial konsumen dari tahun ke tahun.
Pelaku usaha kini bisa daftar QRIS, terima pembayaran semua bank dan e-wallet, serta pencairan dana tiap jam.
Di tengah ekspansi ekonomi digital yang kian cepat, industri financial technology (fintech) Indonesia memasuki fase baru: dari mengejar pertumbuhan.
Meski potensi ekonomi digital besar, Indonesia masih menghadapi tantangan serius pada aspek literasi.
Peran AI sebagai intelligent trust, bukan pengganti tanggung jawab manusia, melainkan alat untuk memperkuat transparansi, keadilan distribusi, dan pengambilan keputusan beretika.
Bank Indonesia melakukan reformasi pengaturan industri sistem pembayaran, salah satunya Transaksi, Interkoneksi, Kompetensi, Manajemen Risiko, dan Infrastruktur Teknologi Informasi.
Living Lab Ventures (LLV), unit corporate venture capital Sinar Mas Land, menyelenggarakan Inside LLV pada 27 Januari 2026 di Digital Experience Center (DXC), BSD City.
Harga cokelat melonjak akibat krisis kakao. Startup Prefer hadirkan bubuk cokelat tanpa kakao yang lebih murah 50% dan ramah lingkungan.
Banyak yang belum menyadari bahwa Indonesia telah memproduksi ponsel untuk dipasarkan secara internasional. Produk tersebut hadir melalui Unplugged, sebuah startup.
STARTUP kecerdasan buatan (AI) asal Indonesia, Zarfix, resmi menjadi sorotan internasional setelah tampil dalam ajang 'Take Off Istanbul' di Istanbul, Turki.
Di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang kerap diukur lewat valuasi dan pendanaan, MDI Ventures menghadirkan perspektif berbeda.
Tokyo X-Hub 2025 mengundang 10 startup Jepang yang berbasis di Tokyo untuk mengeksplorasi pasar Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved