Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
MERESPONS rencana ekspor beras yang akan dilakukan oleh Bulog pada masa panen di bulan maret, pedagang beras buka suara.
Saat di temui di Pasar Induk Beras Cipinang, salah satu pedagang beras Asmen Amuri meminta sebaiknya diutamakan untuk dalam negeri terlebih dahulu kalau nanti stok beras kurang nanti masyarakat yang susah.
Asmen mengatakan kalau beras produksi lokal masih sulit bersaing di banding beras beras yang ditawarkan Thailand dan Vietnam.
"Kalau memang laku, ya boleh saja diekspor tapi masalahnya memang beras kita (produksi dalam negeri) laku di jual ke luar negeri? Kualitasnya saja kalah sama negara lain," Kata Asmen saat ditemui di tokonya, di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Sabtu (26/1).
Baca juga: Pemerintah Minta Bulog Serap Jagung Petani
Ia juga menambahkan bila beras yang diekspor seharusnya beras dengan kualitas yang baik seperti beras organik. Untuk saat ini harga beras di pasar induk berkisar Rp9.000 - Rp11.000 per kilogram untuk beras dengan kualitas menengah.
Sebelumnya Direktur utama Perum Bulog Budi Waseso membuka kemungkinan untuk mengekspor beras ke beberapa negara di Asia. Hal tersebut bisa dilakukan dengan mengandai-andai produksi beras surplus besar sehingga pasokan di Tanah Air melimpah ruah.
Ia mengatakan ini merupakan langkah antisipasi karena Bulog memprediksi panen raya akan menghasilkan jumlah yang cukup besar. Jangan sampai harga jatuh dan petani dirugikan. (OL-3)
PERUM Bulog Kantor Wilayah Jawa Tengah menyatakan kesiapan penuh menjalankan penugasan pemerintah dalam penyerapan gabah dan beras sepanjang 2026.
MENTERI Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan mengatakan bahwa pemerintah menargetkan peningkatan stok cadangan beras pemerintah (CBP) hingga 2029 di angka 4 juta ton.
Aceh menjadi wilayah dengan prioritas tertinggi karena tingkat dampak bencana yang berat serta sejumlah daerah yang aksesnya sempat terputus.
MEMASUKI 2026 pemerintahan Kabinet Merah Putih terlihat sedang euforia merayakan pencapaian swasembada beras 2025.
Kerja sama dengan BRIN disebut akan menghadirkan teknologi pemeliharaan beras hasil karya dalam negeri.
Sebanyak 1,5 juta ton beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) akan disalurkan untuk seluruh masyarakat Indonesia.
Partisipasi Sarinah di Indonesia Pavilion yang berlangsung pada 19–23 Januari 2026 di Davos, Swiss, menandai dimulainya fase penguatan ekspor perusahaan mulai tahun ini.
Kementrans merencanakan untuk membuat program hilirisasi melalui industri yang melibatkan masyarakat transmigrasi.
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus sebesar US$38,54 miliar atau setara Rp645,7 triliun di sepanjang Januari-November 2025.
Industri penunjang minyak dan gas (migas) dalam negeri semakin menunjukkan peran strategisnya.
Holding UMKM Expo 2025 bertema "Ekosistem Bisnis UMKM Kuat, Siap Menjadi Jagoan Ekspor” menjadi wadah yang sangat baik untuk perkembangan UMKM.
Nilai ekspor non-migas Jawa Barat pada periode Januari hingga Oktober 2025 telah menyentuh angka USD 32,01 miliar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved