Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Tak sedikit orangtua yang percaya bahwa mencukur rambut bayi sampai botak dapat membuat rambut tumbuh lebih tebal dan cepat panjang. Hal tersebut telah lama beredar di tengah masyarakat dan kerap menjadi alasan utama rambut bayi dicukur habis sejak usia dini. Namun, anggapan itu ternyata tidak memiliki dasar medis.
Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) Jakarta menegaskan bahwa mencukur rambut bayi tidak berkaitan dengan pertumbuhan rambut yang lebih lebat.
"Mencukur rambut bayi supaya panjang itu mitos ya, enggak, itu mitos," kata Ketua Perdoski Jakarta, dr. M. Akbar Wedyadhana, Sp.D.V.E., FINSDV, FAADV, Senin (15/12).
Menurut Dhana, demikian sapaannya, ketebalan dan panjang rambut, baik pada bayi maupun orang dewasa, lebih banyak ditentukan oleh faktor genetik yang diwariskan dari orangtua. Selain itu, kebiasaan hidup sehat dan cara merawat rambut juga turut memengaruhi kondisi rambut seseorang.
"Jadi kalau dibotakin itu boleh ya, tidak ada pengaruh ke rambutnya jadi lebih sehat, atau lebat ya," ungkap Dhana.
Dhana juga mengingatkan bahwa struktur kulit bayi berbeda dengan orang dewasa. Kulit bayi belum setebal kulit orang dewasa sehingga lebih mudah mengalami iritasi atau gangguan kulit.
Karena itu, orangtua diminta lebih cermat dalam memilih produk perawatan, termasuk untuk kulit kepala. Perhatian khusus perlu diberikan jika bayi memiliki kulit sensitif. Penggunaan pelembap dianjurkan untuk membantu menjaga kelembapan sekaligus memperkuat lapisan pelindung kulit.
"Gunakan sabun yang lembut ya, yang pH-nya seimbang, yang banyak pelembabnya ya, yang untuk kulit sensitif atau untuk kulit bayi gitu, lalu habis itu dipakaikan lotion atau pelembab gitu, untuk memperbaiki sistem pertahanan kulit atau barier dari anak-anak itu sendiri begitu," saran Dhana.
Selain perawatan kulit, pemilihan produk rambut bayi juga perlu diperhatikan. Produk dengan kandungan yang ringan dan melembapkan lebih disarankan. Orangtua sebaiknya menghindari penggunaan produk yang mengandung Sodium Lauryl Sulfate (SLS) dan Sodium Laureth Sulfate (SLES) karena berisiko menyebabkan iritasi pada kulit bayi yang masih sensitif. (H-1)
Seiring bertambahnya usia kehamilan, ukuran bayi yang semakin besar akan memberikan tekanan mekanis pada pembuluh darah di sekitar panggul.
Bidan menjadi garda terdepan yang memastikan perempuan mendapatkan layanan kesehatan sejak masa kehamilan, persalinan, hingga perawatan bayi dan balita.
Banyak yang mengira masa remaja adalah fase pertumbuhan tercepat manusia. Ternyata, bayi tumbuh jauh lebih pesat.
Karakteristik rambut seseorang, baik pada bayi maupun orang dewasa, ditentukan oleh faktor internal dan eksternal yang jauh lebih kompleks daripada sekadar dicukur.
Pemberian ASI dan susu formula mungkin hal yang kelihatannya sepele. Namun kita harus menjamin kebutuhan ibu yang memiliki bayi dalam situasi bencana.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved