Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SUATU pagi di sudut Pondok Labu, Jakarta Selatan, dengan deru pesawat yang mengangkasa di langit yang abu-abu, David Karto menyambut Media Indonesia di teras kantornya, Demajors. Perusahaan yang didirikan David dan baru saja berulang tahun ke-24 itu masih sedikit lengang.
Demajors terbentuk pada awal 2000-an sebagai toko piringan hitam yang didirikan David bersama dua rekannya. Ketika itu, David sedang mengalami masa peralihan. Disjoki yang coba ‘pensiun’ dari gemerlapnya lantai dansa. Berbekal jejaring semasa ia menjadi disjoki maka lahirlah Demajors yang menyuplai berbagai karya piringan hitam, termasuk dari karya musikus internasional.
Selengkapnya baca di epaper Media Indonesia https://epaper.mediaindonesia.com/detail/tumbuh-kembang-ekosistem-demajors
Kementerian Budaya juga meluncurkan piringan hitam Indonesia Raya dalam delapan versi berbeda.
ALBUM Badai Pasti Berlalu, yang dinobatkan sebagai album Indonesia terbaik sepanjang masa oleh majalah Rolling Stone Indonesia edisi dirilis ulang dalam format piringan hitam atau vinyl
Tidak punya alat pemutar pun tidak jadi soal karena para anak muda akan membawa vinyl mereka ke kafe yang memiliki pemutar pelat itu.
Bernostalgia dengan menikmati musik klasik analog dari piringan hitam (vinil) memberikan pengalaman dan kehangatan tersendiri bagi para pecintanya.
PHR Pressing yang berada di Cengkareng, Tangerang, resmi memproduksi piringan hitam.
Menurut data Kementerian Koperasi dan UMKM, pada 2024, sekitar 64,5% pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan.
Di balik peran pentingnya sebagai Wakil Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Farid Azhar Nasution menyimpan sisi personal yang menarik.
Hobi itu bukan sekadar pelarian dari rutinitas, melainkan cara unik Joe Taslim untuk menyeimbangkan kerasnya tuntutan fisik dalam peran-peran laga.
BLOK M Hub, yang menjadi lini pengembangan bisnis terbaru dari MRT Jakarta kini bakal jadi tempat berkumpulnya para anak ‘kalcer’ (gaul) Jakarta lewat gelaran Pop City: Pop Culture Society.
Hobinya itu bermula dari keinginannya yang ingin meminjam koleksi jam tangan ayahnya yang menurutnya keren-keren.
Hobi sering kali tidak bertujuan menghasilkan uang atau menjadi pekerjaan utama, tetapi lebih untuk memberikan kesenangan, relaksasi, atau pengembangan keterampilan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved