Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
Enam exoplanet (planet di luar tata surya) telah terlihat dalam tarian yang tersinkronisasi sempurna di sekitar bintang terdekat mereka. Temuan ini, menurut para astronom, memberikan petunjuk tentang pembentukan Tata Surya kita.
Keenam planet tersebut mengorbit bintang terang HD 110067 sekitar 100 tahun cahaya dari Bumi. Bintang ini terlihat dari belahan bumi utara sebagai bagian dari konstelasi Coma Berenices.
Planet-planet tersebut sangat dekat dengan bintangnya sehingga keenamnya akan masuk ke dalam orbit Merkurius dan Matahari kita, kata Adrien Leleu, peneliti di Universitas Jenewa, kepada AFP, Rabu (29/11).
Semua planet yang sangat panas ini berukuran antara Bumi dan Neptunus, kata Leleu, salah satu penulis studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Nature. “Keenamnya memiliki susunan yang mirip dengan Neptunus –berbatu yang ditutupi selubung gas tebal,” tambahnya.
Tak satu pun dari “sub-Neptunus” ini diperkirakan berada cukup jauh dari bintangnya untuk menampung air, bahan utama untuk mendukung kehidupan.
Meskipun tidak layak huni, planet-planet itu juga luar biasa dalam hal lain, yakni secara tepat tersinkronisasi satu sama lain dalam orbitnya.
Transiting Exoplanet Survey Satellite (TESS) NASA pertama kali menemukan dua exoplanet yang mengorbit bintang tersebut pada tahun 2020.
Satelit tersebut, yang dikenal sebagai pemburu planet ekstrasurya, mendeteksi pasangan tersebut dengan mengukur perubahan kecerahan ketika mereka melewati bintang induknya.
Planet yang paling dekat dengan bintang mengorbit mengelilinginya hanya dalam sembilan hari.
Namun ada beberapa indikasi bahwa planet lain mungkin melewati bintang tersebut, yang diduga para astronom mengorbit dalam jangka waktu yang lebih lama.
HESS dirancang untuk memindai langit selama beberapa minggu, sehingga bukan pemburu terbaik untuk planet dengan orbit yang lebih panjang.
Jadi satelit Cheops milik Badan Antariksa Eropa, yang dapat menargetkan bintang lebih lama, ikut diburu. Seiring waktu, Cheops berhasil menemukan empat planet lagi.
Planet-planet ‘melakukan tarian’ halus yang disebut "resonansi orbital" di mana gravitasi masing-masing planet menjaga ritme planet lainnya.
Pada saat planet pertama melakukan tiga kali perjalanan mengelilingi bintangnya, planet kedua melakukan dua kali revolusi. Jika planet kedua mengorbit sebanyak tiga kali, planet ketiga telah melakukan dua kali orbit, dan seterusnya.
“Planet terakhir menyelesaikan satu orbit dalam waktu yang dibutuhkan planet pertama untuk menyelesaikan enam orbit – bukti bahwa mereka semua terhubung oleh ‘rantai resonansi’,” kata Leleu.
Lebih dari 5.000 exoplanet, planet di luar Tata Surya kita, telah ditemukan sejak pertama kali ditemukan pada tahun 1995 -- namun sistem ini adalah yang pertama yang memiliki begitu banyak planet yang berperilaku selaras. (M-3)
Menurut laporan NASA, cahaya matahari membutuhkan waktu sekitar delapan menit untuk mencapai bumi.
Para astronom berhasil mengidentifikasi jalan pintas potensial untuk menemukan eksoplanet dengan memanfaatkan sinyal unik dari bintang yang memiliki aktivitas magnetik rendah.
Saat ini, 3I/ATLAS terletak di rasi bintang Cancer setelah melewati rasi bintang Leo pada awal 2026 ini.
Temukan perbandingan usia Neptunus, Saturnus, dan Uranus. Benarkah raksasa gas terbentuk lebih dulu daripada raksasa es? Simak fakta astronomi terbaru.
Teleskop James Webb temukan jejak lubang hitam pelarian yang melesat 3.000 km/detik. Simak bagaimana fenomena kosmos ini mengubah pemahaman kita tentang galaksi.
Ilmuwan mengungkap asal-usul Titan Saturnus dari tabrakan bulan purba. Simak kaitan pembentukan Titan dengan usia cincin Saturnus dan misi Dragonfly 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved