Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) berhasil menangkap sinyal dari pesawat luar angkasa yang berjarak 10 juta mil atau sekitar 16 juta kilometer dari Bumi pada Selasa (14/11). Sinyal itu berupa laser dari pesawat luar angkasa Psyche diluncurkan NASA beberapa waktu lalu.
Dikutip dari Independent, Ini merupakan keberhasilan uji coba Komunikasi Optik Luar Angkasa atau eksperimen DSOC milik NASA. Ini merupakan pertama kalinya NASA menangkap sinyal dari pesawat luar angkasa dari jarak jangkauan yang sangat jauh.
“Pencapaian ini adalah salah satu dari banyak tonggak penting DSOC, membuka jalan menuju komunikasi dengan kecepatan data lebih tinggi yang mampu mengirimkan informasi ilmiah, citra definisi tinggi, dan streaming video untuk mendukung lompatan besar umat manusia berikutnya, mengirim pesan dari manusia (di bumi) ke Mars,” kata direktur demonstrasi teknologi Direktorat Misi Teknologi Luar Angkasa di Markas Besar NASA, Trudy Kortes, Selasa (28/11).
Saat ini, hampir semua komunikasi dengan pesawat luar angkasa dicapai melalui sinyal radio, yang dikirim dan diterima dari antena besar di Bumi. Komunikasi melalui sinyal radio telah terbukti dapat diandalkan, namun bandwidthnya terbatas, yang berarti lambat atau tidak mungkin mengirim file besar seperti foto dan video definisi tinggi.
Untuk memaksimalkan komunikasi di luar angkasa, NASA pun melakukan pengujian teknologi ini atau disebutmisi Psyche. Pesawat ruang angkasa yang dikirimkan ini membawa transceiver laser yang dapat mengirim dan menerima sinyal laser dalam inframerah dekat.
Tim sekarang akan bekerja untuk menyempurnakan sistem yang memastikan pesawat ruang angkasa mengarahkan lasernya ke arah yang benar. Jika hal ini terjadi, NASA akan mencoba eksperimen untuk menunjukkan bahwa pesawat ruang angkasa tersebut mampu mempertahankan transfer data bandwidth tinggi pada jarak berbeda dari Bumi. (M-1)
Melalui Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST), para ilmuwan menemukan bahwa planet raksasa gas ternyata memiliki kapasitas pertumbuhan yang jauh melampaui teori-teori sebelumnya.
Analisis terbaru data Voyager 2 mengungkap mengapa sabuk radiasi Uranus sangat kuat. Ternyata, ada peristiwa cuaca antariksa langka saat misi berlangsung.
Ilmuwan temukan cara melacak jalur jatuh sampah antariksa menggunakan sensor seismik monitor gempa. Metode ini diklaim lebih akurat dibanding radar tradisional.
Peneliti berhasil mengidentifikasi struktur mirip terowongan vulkanik di bawah permukaan Venus melalui data radar NASA. Apakah planet ini masih aktif secara geologi?
Elon Musk mengumumkan SpaceX beralih fokus ke Bulan sebelum Mars. Targetkan kota mandiri dalam 10 tahun demi selamatkan peradaban manusia.
SEBUAH kerja sama ilmiah antara Korea Selatan dan Amerika Serikat berhasil mencatat terobosan penting di bidang astronomi melalui teleskop luar angkasa SPHEREx.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved