Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Sebuah komet bernama Nishimura yang ditemukan sebulan yang lalu dapat terlihat dengan mata telanjang akhir pekan ini. Hal ini menawarkan kesempatan sekali dalam 437 tahun kepada para penggemar astronomi untuk mengamati benda luar angkasa tersebut.
Bola batu dan es, yang ukuran pastinya masih belum diketahui, diberi nama Nishimura setelah astronom amatir Jepang Hideo Nishimura yang pertama kali melihatnya pada 11 Agustus.
“Jarang sekali komet mencapai momen puncak visibilitasnya begitu cepat setelah ditemukan,” kata Nicolas Biver, ahli astrofisika di Observatorium Paris.
“Sebagian besar ditemukan berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun sebelum mereka berada paling dekat dengan Matahari,” katanya kepada AFP.
Menurut Biver komet tersebut hanya mengorbit Matahari setiap 437 tahun. “Periode orbit yang panjang sehingga ia menghabiskan sebagian besar waktunya di bagian luar Tata Surya yang membeku.”
Saat komet mendekati Matahari dari luar angkasa, panasnya menyebabkan inti esnya berubah menjadi debu dan gas, sehingga membentuk ekor yang panjang.
Cahaya Matahari terpantul dari ekor komet ini sehingga memungkinkan kita melihat komet dari Bumi.
Nishimura yang memiliki nama ilmiah C/2023 P1 akan melintas paling dekat dengan Matahari pada 17 September.
“Jaraknya akan 33 juta kilometer (20 juta mil) dari Matahari, kurang dari seperempat jarak antara Bumi dan Matahari,” kata Biver.
Komet tersebut kemudian akan melewati Bumi tanpa membahayakan pada jarak 125 juta kilometer.
Bagi para pengamat bintang, komet ini paling mudah diamati pada hari Sabtu dan Minggu ini, khususnya di Belahan Bumi Utara.
“Yang terbaik adalah melihat langit sebelum matahari terbit, ke arah timur laut di sebelah kiri Venus, di langit cerah, bebas polusi,” saran Biver.
Orang dengan teropong kecil akan dengan mudah dapat menikmati tontonan tersebut. Tapi, jika kondisi memungkinkan, komet tersebut juga bisa terlihat dengan mata telanjang.
“Ekor komet berwarna kehijauan karena mengandung"lebih banyak gas daripada debu", kata Biver. (AFP/M-3)
Seiring meningkatnya misi komersial ke luar angkasa, para ahli memperingatkan adanya risiko kesehatan reproduksi yang terabaikan. Apakah manusia siap bereproduksi di orbit?
Fakta mengejutkan datang dari dunia sains, Bumi juga memiliki sesuatu yang menyerupai “ekor” raksasa di luar angkasa.
NAMA seorang romo sekaligus ilmuwan asal Indonesia oleh International Astronomical Union menetapkan nama Bayurisanto sebagai nama resmi sebuah asteroid
NASA laksanakan evakuasi medis pertama dalam sejarah ISS.
NASA merilis foto luar biasa kolaborasi James Webb dan Chandra. Dua galaksi, IC 2163 dan NGC 2207, tertangkap sedang memulai proses tabrakan dahsyat.
Para astronom untuk pertama kalinya berhasil mendeteksi ledakan besar yang dilepaskan oleh sebuah bintang di luar tata surya.
Bulan perlahan menjauh dari Bumi sekitar 3,8 cm per tahun. Fenomena ini membuat rotasi Bumi melambat dan panjang satu hari bertambah, meski perubahan terjadi sangat lambat.
Sabuk Orion terdiri dari tiga bintang superraksasa biru yang sangat terang. Alnitak, Alnilam, dan Mintaka bersinar hingga 200.000 kali Matahari.
Gerhana matahari cincin akan terjadi pada 17 Februari 2026. Simak fase, waktu puncak, lokasi pengamatan, dan alasan Indonesia tidak bisa menyaksikannya.
SEBUAH kerja sama ilmiah antara Korea Selatan dan Amerika Serikat berhasil mencatat terobosan penting di bidang astronomi melalui teleskop luar angkasa SPHEREx.
Gerhana Matahari total adalah salah satu pertunjukan langit paling menakjubkan yang bisa disaksikan manusia. Tapi ada kabar mengejutkan: fenomena itu tidak akan selamanya ada.
Penelitian terbaru mengungkap meteorit Mars Black Beauty menyimpan air purba jauh lebih banyak, memperkuat bukti Mars pernah basah dan layak huni.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved