Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
Film Onde Mande! yang berkisah tentang akal-akalan warga Desa Sigiran tentang hadiah sayembara dari perusahaan sabun asal Jakarta akan tayang pada 22 Juni di jaringan bioskop. Film bergenre drama komedi keluarga tersebut disutradarai Paul Agusta dan di antaranya dibintangi Shenina Cinnamon, Emir Mahira, Jajang C Noer, dan Jose Rizal Manua.
“Film Onde Mande! pada dasarnya film yang berniat mengangkat keseharian warga di Desa Sigiran, di pinggiran Danau Maninjau. Nilai-nilai yang kami angkat adalah kekeluargaan dan kecintaan pada tanah kelahiran, serta nilai adat minangkabau dengan kemasan yang tidak begitu berat dan serius, melainkan secara komedi yang semoga bisa menghibur,” kata Paul dalam sesi Weekly Brief with Sandiaga Uno di kantor Kemenparekraf, Jakarta Pusat, Senin, (5/6).
Shenina yang memiliki darah minang pun merasa senang bisa berkesempatan syuting di Danau Maninjau, yang belum pernah dikunjunginya.
“Pertama kalinya ke Danau Maninjau. Sangat menyenangkan, meski lokasi syuting dengan tempat kami menginap itu harus muter setengah lingkaran dulu dan membutuhkan jarak tempuh sekitar 40an menit. Jadi kalau berangkat syuting itu subuh. Enaknya, di tempat kami menginap itu buka pintu langsung disambut pemandangan Danau Maninjau,” cerita Shenina.
“Oke banget tempatnya karena masih merupakan desa. Betul-betul kelihatan desa, karena rakyatnya ramah, baik hati, kami senang,” tambah Jajang.
Menparekraf Sandiaga Uno pun mengapresiasi para sineas yang terlibat di film Onde Mande! karena telah memasukkan budaya dan lanskap alam Minang yang mungkin saja bisa menjadi destinasi wisata alternatif pada masa mendatang.
“Menarik ini, karena ada Danau Maninjau. Ada Desa Sigiran dengan Kelok 44. Saya ucapkan terima kasih karena ini mengangkat pariwisata dan budaya kita, gotong royong,” kata Sandiaga
Film menurutnya bisa menjadi ajang promosi. Untuk itu, pihaknya pun siap mendukung promosi film Onde Mande! untuk meramaikan kunjungan wisatawan ke Danau Maninjau.
“Kami di parekraf terutama di bagian pemasaran senang sekali, ada film dengan genre seperti ini yang temanya tidak melulu itu-itu saja. Di sini ada cerita makanan, lagu, dan destinasi. Semua jadi satu. Kami ingin kalau film Onde Mande! ini meledak, akan banyak orang yang ingin ke Danau Maninjau,” kata Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf Ni Made Ayu Marthini.(M-3)
Candi Muara Takus merupakan salah satu situs cagar budaya paling signifikan di Sumatra dengan nilai sejarah dan arkeologis yang sangat tinggi.
Direktur Utama PT AI Indonesia Sony Subrata meyakini bahwa teknologi AI dapat diterapkan secara nyata untuk memenuhi kebutuhan sektor pariwisata Indonesia.
INSTITUT Pariwisata (IP) Trisakti menyelenggarakan kegiatan International Guest Lecture dengan menghadirkan Ketua Otorita Administratif Khusus Oe-cusse Ambeno.
Istilah sustainable tourism kini mulai berevolusi menjadi regenerative hospitality, sebuah konsep di mana pelaku industri tidak hanya berusaha meminimalisasi dampak negatif,
Tren terbaru menunjukkan bahwa bagi Generasi Z, pengalaman kini menjadi faktor utama yang mendorong keputusan perjalanan, melampaui pertimbangan harga semata.
Pembangunan Bandara Internasional Chinchero di Peru menuai kontroversi. Mampukah infrastruktur ini menampung lonjakan wisatawan tanpa merusak kesucian Lembah Suci?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved