Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
Pakar paleontologi di Afrika Selatan, Senin (5/6) mengatakan mereka telah menemukan situs pemakaman tertua di dunia. Situs itu berisi sisa-sisa kerabat jauh manusia berotak kecil yang sebelumnya dianggap tidak mampu melakukan perilaku kompleks.
Dipimpin oleh paleoantropolog (pakar fosil) terkenal Lee Berger, para peneliti mengatakan mereka menemukan beberapa spesimen Homo naledi - pemanjat pohon, hominid Zaman Batu yang terkubur sekitar 30 meter (100 kaki) di bawah tanah dalam gua di Cradle of Humankind, sebuah situs warisan dunia yang diakui UNESCO, dekat Johannesburg.
"Ini adalah penguburan paling kuno yang tercatat dalam catatan hominin, lebih awal dari bukti penguburan Homo sapiens setidaknya 100.000 tahun," tulis para ilmuwan dalam serangkaian makalah yang belum ditinjau dan pracetak yang rencananya akan diterbitkan di eLife.
Baca juga : Manusia Gading yang Ditemukan di Iberia ternyata Seorang Perempuan
Temuan ini menantang pemahaman mengenai evolusi manusia saat ini, karena biasanya dianggap bahwa perkembangan otak yang lebih besar memungkinkan untuk melakukan aktivitas yang kompleks, termasuk misalnya menguburkan orang mati.
Pemakaman tertua yang sebelumnya digali, ditemukan di Timur Tengah dan Afrika, berisi sisa-sisa Homo sapiens -- dan berusia sekitar 100.000 tahun. Yang ditemukan di Afrika Selatan oleh Berger dan rekan penelitinya, berasal dari setidaknya 200.000 SM.
Di pemakaman itu itu juga terdapat Homo naledi, spesies primitif di persimpangan antara kera dan manusia modern, yang memiliki otak seukuran jeruk dan tingginya sekitar 1,5 meter (lima kaki).
Dengan jari-jari tangan dan kaki yang melengkung, tangan dan kaki yang memegang perkakas dibuat untuk berjalan, spesies yang ditemukan oleh Berger dklk telah menjungkirbalikkan anggapan bahwa jalur evolusi kita adalah garis lurus.
“Penemuan ini menunjukkan bahwa praktik penguburan mayat tidak terbatas pada Homo sapiens atau hominin lain dengan ukuran otak besar,” kata para peneliti. “Situs pemakaman itu bukan satu-satunya tanda bahwa Homo naledi mampu melakukan perilaku emosional dan kognitif yang kompleks,” tambah mereka. (AFP/M-3)
Arkeolog menemukan sebuah kompleks batu monumental berusia 2.500 tahun di dekat kota Jódar, Andalusia, Spanyol. Situs ini dikenal sebagai El Fontanar
Penemuan langka mengguncang dunia arkeologi: sebuah makam Etruria berusia 2.700 tahun ditemukan dalam kondisi utuh di jantung Italia.
Artefak berumur 1.000 tahun ini, yang ditemukan oleh peneliti dari Universitas Nicolaus Copernicus (NCU), menjadi fokus penelitian terbaru yang dipublikasikan
Sebanyak tujuh tempayan pemakaman berukuran besar di masa pra-Columbus ditemukan di tengah hutan hujan Amazon, Brasil,
Tim arkeolog di Barcelona menemukan sisa-sisa kapal abad ke-15 atau ke-16 saat menggali situs bekas pasar ikan untuk pembangunan pusat biomedis.
Para arkeolog menemukan sebuah altar berusia 1.700 tahun di Tikal, Guatemala, yang mengungkap dominasi budaya dan politik Teotihuacan atas peradaban Maya.
BPIP bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Indonesia (P3SI) menyelenggarakan Seminar Nasional Sejarah Pancasila
Bonnie Triyana meresmikan pameran revolusi di Jakarta yang menghadirkan narasi baru sejarah kemerdekaan lewat karya seni dan perspektif kemanusiaan.
DI tengah pesatnya transformasi digital saat ini, pergeseran juga terjadi di ruang narasi sejarah. Kondisi tersebut membuat narasi sejarah bertransformasi di ruang digital.
Sutradara Aldo Swastia menyebut tidak ada patokan pasti dalam menentukan batas antara fakta dan fiksi yang harus dikembangkan terutama dalam film bertema sejarah atau kepahlawanan.
Penilaian terhadap Pak Harto harus dilakukan dengan pendekatan akademik yang berimbang,
Di 2020, Sumardiansyah menolak keras kebijakan Kemendikbudristek yang ingin menjadikan sejarah sebagai mata pelajaran pilihan di SMA dan menghapuskannya di SMK.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved