Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
GERAI kopi berjaring global yang populer, salah satunya Starbucks, memiliki bangunan yang mirip. Biasanya bangunan dilengkapi dengan interior seperti meja, kursi dan jendela dengan logo Starbucks, desain tersebut hampir sama di seluruh Starbucks di dunia. Namun, desain tersebut berbeda dengan beberapa gerai Starbucks di Jepang yang mengadopsi gaya bangunan unik dan tidak bisa ditemukan dimanapun.
Dilansir dari Tasting Table pada Selasa (11/4), gerai Starbucks pertama di Jepang dibuka di distrik Ginza Tokyo pada 1996. Sejak itu, jumlah kedai Starbucks di Jepang terus meningkat hingga sudah lebih dari 1.637 gerai di seluruh Jepang (per Maret 2021).
Beberapa gerai itu secara khusus memasukkan unsur budaya dan sejarah Jepang ke dalam desain dan interior mereka sehingga terlihat sangat berbeda dari gerai Starbucks biasanya.
Meskipun peningkatan jumlah ini sangat mengesankan, representasi kesuksesan sebuah kedai kopi di Jepang diukur dari kualitas. Tidak hanya kualitas kopinya, tetapi juga bangunan dan ruangan untuk menikmati secangkir kopi.
Tidak seperti kebanyakan lokasi Starbucks, Japanese Coffee Co. menjelaskan kedai Starbucks dengan gaya bangunan klasik Jepang ini dibangun di gedung yang telah direnovasi atau di ruang yang dirancang khusus untuk mendukung terciptanya lingkungan yang ramah dengan unsur lokal.
Banyak kedai Starbucks bergaya klasik itu yang menempati bangunan kuno dari abad ke-19 dan awal abad ke-20, semuanya direnovasi dengan hati-hati untuk melestarikan sejarah dan estetika eksterior sekaligus menjadikannya ruang fungsional untuk bisnis dan orang-orang yang datang menikmati kopi.
Revitalisasi gedung kuno sebagai gerai kopi dipandang menjadi salah satu cara yang tepat untuk melestarikan struktur bangunan klasik dan menghormati tradisi lokal.
Baca juga: Jelang Liburan Akhir Tahun Starbucks Luncurkan Menu Spesial
Misalnya gerai Starbucks Kyoto Uji Byodo Omote-sando yang terletak di sepanjang Omote-sando (jalur menuju sebuah kuil) dari Phoenix Hall of Byodo-in Temple sebagai Situs Warisan Dunia. Lokasi ini ditandai dengan atap runcing dan satu pohon pinus yang mengesankan.
Interior kedai di sini memiliki ruang taman terbuka yang cukup lebar dan indah dengan langit-langit tinggi diterangi oleh cahaya alami matahari secara langsung yang masuk dari jendela berukuran besar. Anda bisa lebih menikmati waktu santai di ruang modern di gerai ini yang dilengkapi dengan banyak tempat duduk.
Selain interior yang menawan, kedai kopi ini juga menyajikan item menu kopi yang dibuat khusus untuk pasar Jepang. Semua konsep dirancang secara unik dengan menggabungkan pemandangan dan budaya setempat. Perhatian terhadap detail ini membuat kunjungan ke kafe ini terasa istimewa dan menjadikannya tempat nongkrong yang menyenangkan bagi turis dan penduduk lokal.(M-4)
RYLAN Henry Pribadi, cucu konglomerat Indonesia Henry Pribadi, meninggal dunia pada 7 Januari silam.
Jika Indonesia berada di Grup A bersama Korea Selatan, Irak, dan Kirgiztan, maka Tajikistan dan Jepang menghuni Grup C bersama Uzbekistan dan Australia.
ANGGOTA DPR RI Puti Guntur Soekarno Putri menyebut nilai-nilai Pancasila telah lama diadopsi oleh masyarakat Jepang menjadi filosofi dan standar moral.
Pertemuan momen libur Lebaran dan musim sakura berisiko memicu keterbatasan kursi pesawat.
Tokyo, Osaka, dan Sapporo masih menjadi primadona bagi wisatawan asal Indonesia saat berkunjung ke Jepang.
Dalam waktu singkat, Indonesia berhasil membangun sistem Makan Bergizi Gratis (MBG) berskala masif hingga menarik perhatian Jepang untuk belajar langsung ke lapangan.
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia menganugerahkan penghargaan Good Design Indonesia (GDI) 2025 sebagai bentuk apresiasi negara terhadap produk dan karya desain terbaik.
Apa yang akan kamu lakukan pada gantungan baju yang sudah usang atau kursi plastik yang tak lagi terpakai karena sudah punya yang baru?
Ekraf Design Festival 2025 berlangsung mulai hari ini, Selasa (2/12) hingga Kamis (4/12).
Kompetisi ini tidak sekadar menjadi ajang adu kreativitas, tetapi juga wadah bagi peserta untuk berpikir kritis dan solutif terhadap berbagai tantangan masa kini.
Pada riset ViSenze mencatat, 75% konsumen e-commerce mengaku dipengaruhi visual produk dalam mengambil keputusan membeli.
Setiap karya merepresentasikan perjalanan kolaborasi dan eksplorasi desain khas Indonesia, dari awal 2007 hingga kolaborasi terbaru pada 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved