Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Apa yang akan kamu lakukan pada gantungan baju yang sudah usang atau kursi plastik yang tak lagi terpakai karena sudah punya yang baru? Membiarkannya di rumah, memberikan pada orang lain, atau berupaya memanfaatkannya terus dengan fungsi yang berbeda?
Pertanyaan-pertanyaan itu menggugah, mengungkap perilaku manusia pada barang atau objek-objek di sekitarnya. Sejauh mana pemanfaatannya, hingga nasib benda-benda itu ketika tak lagi terpakai, apakah di tempat sampah, teronggok begitu saja, atau dengan cermat dapat terus dimanfaatkan hingga umurnya panjang.
Pengalaman mengamati benda-benda yang ada dalam keseharian kita, gantungan baju hingga kursi plastik, serta pertanyaan-pertanyaan yang bisa kita jawab dengan menempelkan kertas warna-warni di sampingnya itu dapat kita rasakan saat berkunjung ke Museum of People’s Object (MoPO). Wahana itu tampil dalam Ekraf Design Festival 2025 bertema Empathetic Resilience di Taman Ismail Marzuki pada 2-4 Desember 2025. MoPO bahkan dinobatkan menjadi peserta pameran yang meraih penghargaan Studio dengan Dampak Sosial Terbaik.
Wakil Menteri Ekraf/ Wakil Kepala Badan Ekraf Irene Umar menyatakan Ekraf Design Festival 2025 merupakan sebuah wahana akselerasi dan seleksi desainer muda Indonesia bertalenta arsitektur, desain interior, desain produk dan desain komunikasi visual. Peserta dibatasi berusia 35 tahun dan mengikuti proses kurasi hingga menghasilkan 20 karya yang menggabungkan empat jenis desain.
"Ketangguhan dan empati sebagai tema acara ini terkait juga dengan isu keberlanjutan. Saya menemui ada karya yang melibatkan ampas kopi serta studio yang menerima pengolahan dari seragam dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang kini tidak terpakai karena sudah menjadi kementerian tersendiri," kata Irene.
Selain MoPO yang berkolaborasi dengan Studio A yang meraih gelar studio dengan dampak sosial terbaik, juga diberikan apresiasi pada kategori studio dengan dampak ekonomi terbaik yaitu Drift Design Lab dan Lerai. Ada pula penghargaan studio dengan dampak lingkungan terbaik yang diraih Collective Circle dan Ka.na.mi. Sementara, kategori studio dengan kolaborasi antar sub sektor terbaik diraih UD Makmur serta Pos Temu. Selanjutnya, kolaborasi studio dengan dampak secara umum terbaik diraih Co.rela.si serta Pen.duduk. Adapula juara individu yaitu subsektor arsitektur yaitu Alim, interior direbut Dendy Revolusi, produk yatu Heri Supriyanto, serta DKV direbut Candiaz.
Ekraf Design Festival 2025 juga dilengkapi Exhibition and Ekraf Design Awards yang didukung oleh ParongPong RAW Lab yang berpengalaman mengubah berbagai limbah menjadi produk seni aplikatif. ParongPong RAW Lab yang merupakan lembaga penelitian swasta terpadu berdiri pada 2017 di Desa Parongpong, Bandung Barat.
ParongPong berfokus pada konversi limbah bernilai rendah agar bisa menjadi bahan bernilai tinggi. Konsepnya, tidak ada yang namanya limbah, yang hanya bahan yang kurang dimanfaatkan dan tidak direvitalisasi. Salah satu limbah yang didaur ulang oleh ParongPong, adalah puntung rokok. Dasar pertimbangannya, berdasarkan data Plastic Waste Inputs from Land Into The Ocean (2015) dari sebanyak 187,2 juta ton sampah, sebanyak 52 juta di antaranya adalah puntung rokok. (X-8)
Pertunjukan ini menjanjikan pengalaman baru bagi penonton dengan membawa kisah klasik Galih dan Ratna ke dalam perspektif Generasi Z.
Jakpro mengimbau masyarakat mengacu informasi resmi pengelola Planetarium Jakarta melalui kanal Taman Ismail Marzuki (TIM) mengingat tingginya antusiasme terhadap Teater Bintang
Fenomena Supermoon akan terlihat Rabu, 5 November 2025. Planetarium Jakarta ajak warga menikmati piknik malam dan pengamatan Bulan serta Saturnus gratis di TIM.
Mereka ambil bagian dalam acara #SeniLawanTirani yang berlangsung di depan Teater Jakarta, TIM.
Total pembiayaan akan mencapai Rp10 triliun, dengan masing-masing penerima akan memperoleh kredit maksimal Rp500 juta.
Optimisme terkait film Indonesia itu juga didukung jumlah produksi film yang saat ini telah mencapai 400 judul film yang telah siap dipasarkan dan menunggu waktu tayang di bioskop.
Sektor ekraf menjadi mesin pertumbuhan baru ekonomi Indonesia, dengan menyumbang ekspor senilai Rp215 triliun pada pertengahan 2025.
WCCE merupakan forum global yang mempertemukan pembuat kebijakan dan pelaku kreatif yang merupakan inisiatif Indonesia.
Sepanjang 2024 nilai ekspor ekraf menyumbang lebih dari 9% terhadap total ekspor nasional. Pada pertengahan 2025, nilainya mencapai US$13 miliar atau Rp215 triliun atau 50% dari target 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved