Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KARYA-KARYA legendaris maestro Guruh Sukarno Putra akan kembali bergema di atas panggung teater melalui pendekatan yang berbeda. Sebuah pertunjukan musikal bertajuk Bukan Cinta Galih/Ratna dijadwalkan mentas di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, pada 7 Februari 2026.
Pertunjukan ini menjanjikan pengalaman baru bagi penonton dengan membawa kisah klasik Galih dan Ratna ke dalam perspektif Generasi Z. Tidak sekadar romansa picisan, musikal ini akan dibalut dengan sentuhan komedi serta alur cerita yang penuh kejutan.
Mikail Edwin Rizki, yang bertindak sebagai sutradara sekaligus penulis naskah, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar dalam produksi ini adalah menjaga relevansi kisah masa lalu di tengah gempuran budaya modern.
Ia memilih untuk menghadirkan reinterpretasi yang segar melalui plot twist yang tidak terduga.
“Di tengah tantangan menjaga relevansi kisah klasik, saya ingin menghadirkan cerita yang segar dengan memadukan lagu-lagu Guruh Sukarno Putra dan ide kreatif tim untuk menciptakan plot twist di tengah kisah cinta Galih dan Ratna,” ujar Mikail, dikutip Sabtu (10/1).
Menurut Mikail, lagu-lagu karya Guruh Sukarno Putra memiliki kekuatan naratif yang luar biasa.
Baginya, karya-karya tersebut bukan hanya menonjolkan romantisme, melainkan juga merekam semangat kebebasan, kegelisahan, hingga dinamika sosial remaja era 1980-an.
“Lagu-lagu Guruh itu bukan sekadar lagu cinta. Di dalamnya ada cerita tentang pergaulan, mimpi, hingga kegelisahan remaja di zamannya. Materi itulah yang kami jadikan pijakan untuk mengembangkan konflik dan kejutan dalam musikal ini," ungkap Mikail.
Musikal yang diproduksi Kinarya GSP bekerja sama dengan Sthana Pentas 6 ini akan menampilkan deretan lagu ikonik. Judul-judul seperti Galih dan Ratna, Puspa Indah, dan Gita Cinta akan menjadi benang merah emosi cerita. Sementara itu, sisi enerjik dan kegelisahan remaja akan diwakili melalui lagu Keranjingan Disko, Anak Jalanan, dan Jenuh.
Produser Yessi Haryanda menjelaskan bahwa tingginya minat masyarakat terhadap drama musikal menjadi motivasi utama di balik produksi ini. Ia berharap pementasan ini mampu menjadi jembatan emosional antara generasi yang tumbuh di era 80-an dengan generasi masa kini.
“Awalnya kami ingin mengangkat kisah remaja era 1980-an. Lagu-lagu Guruh Sukarno Putra dipilih karena sangat merepresentasikan suasana masa itu, namun kami kemas ulang dengan cerita berbeda yang penuh kejutan agar relevan dengan penonton masa kini,” kata Yessi.
Pertunjukan ini akan melibatkan sejumlah aktor lintas generasi untuk menjamin kualitas akting dan vokal yang mumpuni.
Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan, musikal Bukan Cinta Galih/Ratna akan tampil sebanyak dua kali, yakni pada pukul 15.30 WIB dan 19.30 WIB. (Ant/Z-1)
Ekraf Design Festival 2025 berlangsung mulai hari ini, Selasa (2/12) hingga Kamis (4/12).
Keseruan Kongkow Bareng Komunitas Seni #JagaJakarta
Eki Dance Company Gelar Pertunjukan Musikal Perempuan Punya Cerita
Gedung pertunjukan simulasi benda langit Planetarium Jakarta di Taman Ismail Marzuki (TIM) sampai saat ini masih ditutup sejak 2020. Penutupan terjadi karena adanya dualisme pengelolaan.
Rano Karno Hadiri Rembug Budaya di Taman Ismail Marzuki
Jakpro mengimbau masyarakat mengacu informasi resmi pengelola Planetarium Jakarta melalui kanal Taman Ismail Marzuki (TIM) mengingat tingginya antusiasme terhadap Teater Bintang
Apa yang akan kamu lakukan pada gantungan baju yang sudah usang atau kursi plastik yang tak lagi terpakai karena sudah punya yang baru?
Fenomena Supermoon akan terlihat Rabu, 5 November 2025. Planetarium Jakarta ajak warga menikmati piknik malam dan pengamatan Bulan serta Saturnus gratis di TIM.
Mereka ambil bagian dalam acara #SeniLawanTirani yang berlangsung di depan Teater Jakarta, TIM.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved