Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
Penggunaan sampah plastik secara global kian mengkhawatirkan. Menurut penelitian yang dilaporkan Economist Impact dan The Nippon Foundation, jika mengacu pada tren saat ini penggunaan plastik di seluruh negara G20 akan meningkat hampir dua kali lipat pada tahun 2050 jika dibandingkan 2019, yakni mencapai 451 juta ton setiap tahun. Padahal, pada tahun 1950, hanya dua juta ton plastik yang diproduksi di seluruh dunia.
Oleh karena itu, para ahli berpendapat perjanjian untuk mengurangi plastik yang digagas PBB harus menjangkau lebih luas lagi dan menyeluruh. Menurut mereka, hanya perjanjian PBB yang berani dan ambisius dengan reformasi menyeluruh dari seluruh siklus plastik , yang dapat membendung krisis sampah dunia.
“Bahkan jika langkah-langkah yang dianggap memiliki potensi terbesar untuk mengurangi konsumsi plastik diterapkan, mereka tetap gagal mencegah peningkatan substansial dalam produksi dan penggunaan plastik,” demikian peringatan mereka dalam sebuah laporan yang dikeluarkan pada Senin (27/2).
Setahun yang lalu, sebanyak 175 negara sepakat untuk mengakhiri polusi plastik dengan menyusun perjanjian PBB yang mengikat, yang dapat terwujud paling cepat akhir tahun 2024.
Di antara tindakan utama yang dinegosiasikan adalah larangan global terhadap barang-barang plastik sekali pakai, skema denda bagi pencemar, dan pajak atas produksi plastik baru.
“Tetapi, menurut para penulis penelitian, kebijakan ini dinilai belum cukup untuk mengurangi sampah plastik.
"Temuan ini menyoroti tingkat ambisi dan urgensi yang dibutuhkan di meja perundingan," kata rekan penulis Gillian Parker kepada AFP.
Laporan tersebut mencontohkan tiga pendekatan kebijakan -- semuanya sedang dibahas dalam pembicaraan PBB -- yang mencakup seluruh siklus penggunaan plastik, mulai dari produksi hingga pembuangan.
Larangan global terhadap plastik sekali pakai yang tidak perlu, termasuk kantong plastik dan plastik cotton buds, pada tahun 2050 akan memperlambat pertumbuhan konsumsi plastik hanya sebesar 14%
Apa yang disebut skema tanggung jawab produsen yang diperluas, yang menempatkan tanggung jawab pada industri, hampir tidak akan mengurangi proyeksi peningkatan penggunaan plastik, menguranginya dari 451 menjadi 433 juta ton.
“Dan bahkan pajak yang besar untuk resin plastic (bahan mentah untuk membuat plastic), hanya akan memangkas 10% dari proyeksi dasar sampai tahun 2050,” kata para peneliti.
Mereka menilai implementasi gabungan dari ketiga langkah tersebut masih akan memungkinkan konsumsi plastik tumbuh seperempat.
“Bahkan langkah-langkah yang tidak memadai ini menghadapi tantangan berat. Pasalnmya, para produsen, pengecer, badan industri, dan kelompok konsumen cenderung menentang sebagian atau semuanya,“ demikian menurut laporan tersebut.
"Industri sangat jelas mengatakan bahwa mereka menganggap pajak tidak produktif," kata Parker. “Pabrik bahkan kurang antusias dengan pengurangan produksi,” imbuhnya.
Upaya daur ulang plastik, laporan itu menunjukkan, juga belum memenuhi harapan, bahkan jika itu tetap menjadi bagian dari solusi.
Menurut Parker, lebih efisien mengintervensi di awal daripada di akhir.
Banyak negara kekurangan infrastruktur untuk menangani skala limbah plastik yang dihasilkan dan tetap lebih murah untuk memproduksi plastik murni daripada mendaur ulangnya.
Namun, Parker dan timnya, bagaimanapun, masih optimis. "Ini bukan masalah yang mustahil," katanya kepada AFP.
“Dengan intervensi yang mengikat dan dapat ditegakkan, serta insentif ekonomi yang tepat, masalah polusi plastik dapat dipecahkan, katanya. (AFP/M-3)
PENDEKATAN pengelolaan limbah berbasis Product Life Cycle (PLC) kini menjadi strategi kunci bagi perusahaan untuk memastikan keberlanjutan lingkungan.
Indonesia menjadi fokus Blue Generation untuk menghadirkan solusi inovatif yang mendorong partisipasi aktif dalam mengurangi limbah.
Sistem ini bekerja menggunakan panas ekstrem hingga 2.000°C berbasis teknologi plasma, sehingga limbah tidak menghasilkan dioksin dan furan yang berbahaya.
Di banyak kawasan perairan, benda-benda berbahan logam yang tenggelam justru malah menjadi rumah bagi ikan dan organisme laut lainnya.
MCCI memperkuat komitmen terhadap praktik industri yang berkelanjutan ramah lingkungan. Hal itu tercermin melalui penerapan sistem pengelolaan limbah terpadu.
Pemkab Tangerang menutup dan menyegel sebanyak 81 lokasi lapak limbah tanpa izin/ilegal yang ada di wilayah Sindang Jaya
Kegiatan pengelolaan dan daur ulang sampah ini menggandeng Waste4Change untuk melakukan pengelolaan sampah dari hulu ke hilir.
Jikaa dihitung secara kasar sejak tahun 2018 hingga tahun 2023, kerugian yang disebabkan oleh masalah pencemaran sampah plastik di laut Indonesia diperkirakan mencapai Rp2.000 triliun.
Sampah yang dihasilkan dari kegiatan masyarakat di Indonesia juga bisa masuk ke Samudera Hindia hingga ke Madagaskar.
Warga akan diedukasi modul Plastic, Sustainability & You Education (PSYE) untuk meningkatkan kesadaran tentang penggunaan plastik berkelanjutan dan pengelolaan limbah yang efektif.
Target pemerintah Indonesia dalam menurunkan kebocoran sampah plastik dari aktivitas masyarakat sebesar 70 persen pada 2025.
BRIN terus melakukan penelitian dengan memanfaatkan kecerdasan buatan dalam mendeteksi jenis sampah plastik. Termasuk, melibatkan akademisi dari berbagai multidisiplin ilmu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved