Jumat 06 Januari 2023, 08:06 WIB

Separo Bongkahan Es yang ada di Bumi bakal Lenyap pada Akhir Abad ini

Nike Amelia Sari | Weekend
Separo Bongkahan Es yang ada di Bumi bakal Lenyap pada Akhir Abad ini

Alberto PEÑA / AFP
Gletser di Pegunungan Cile

 

Sebuah studi yang diterbitkan pada jurnal Science, Kamis (5/1) mengungkapkan bahwa setengah dari gletser (bongkahan es) di Bumi,  bakal mencair pada akhir abad ini karena perubahan iklim.  Menurut studi tersebut, solusinya adalah dengan membatasi laju pemanasan global.

Temuan itu memberikan pandangan paling komprehensif sejauh ini tentang masa depan 215.000 gletser yang ada di dunia. Para peneliti menekankan pentingnya membatasi emisi gas rumah kaca untuk membatasi konsekuensi atau dampak dari pencairan gletser, seperti kenaikan permukaan laut dan menyusutnya sumber daya air.

Untuk membantu mengarahkan para pembuat kebijakan, penelitian ini melihat dampak dari empat skenario pada gletser, di mana perubahan suhu rata-rata global adalah 1,5 derajat Celsius (2,7 derajat Fahrenheit), 2,0C, 3,0C, dan 4,0C.

"Setiap kenaikan derajat menghasilkan lebih banyak pencairan dan kerugian," kata Regine Hock dari University of Oslo dan University of Alaska Fairbanks, salah satu penulis studi tersebut.

Bahkan jika kenaikan suhu global dibatasi hingga 1,5C di atas tingkat pra-industri  seperti yang telah disepakati pada KTT Iklim di Paris 2015, para peneliti memperkirakan 49% gletser dunia akan lenyap pada tahun 2100.

“Itu akan mewakili sekitar 26% dari massa gletser dunia karena gletser terkecil akan terkena dampak pertama,” tulis studi tersebut.

Suhu rata-rata global saat ini diperkirakan meningkat sebesar 2,7C yang akan mengakibatkan hilangnya gletser di Eropa Tengah, Kanada Barat, dan benua Amerika Serikat dan Selandia Baru.

"Daerah dengan es yang relatif sedikit seperti Pegunungan Alpen Eropa, Kaukasus, Andes, atau AS bagian barat, kehilangan hampir semua gletsernya pada akhir abad ini, apa pun skenario emisinya," kata Hock. "Jadi gletser itu, kurang lebih akan hancur."

Di bawah skenario terburuk -- kenaikan suhu global sebesar 4,0C -- gletser raksasa seperti yang ada di Alaska akan lebih terpengaruh dan 83% gletser akan hilang pada akhir abad ini.

Gelombang dahsyat

Hilangnya gletser juga akan meningkatkan permukaan air laut.

"Gletser yang kita pelajari hanya satu persen dari semua es di Bumi," kata Hock, "jauh lebih sedikit daripada lapisan es Greenland dan lapisan es Antartika.

"Tapi mereka telah berkontribusi terhadap kenaikan permukaan laut hampir sama besarnya dengan lapisan es di Greenland dan Antartika dalam tiga dekade terakhir," katanya.

Pemanasan 1,5C akan menyebabkan kenaikan permukaan laut rata-rata sembilan sentimeter sedangkan jika suhu 4,0C lebih tinggi akan menyebabkan kenaikan permukaan laut 15 sentimeter.

Kedengarannya tidak terlalu banyak, cuma sembilan sentimeter hingga 15 sentimeter. Namun, kata Hock, bukan permukaan laut global yang menjadi perhatian mereka. “Sebagian besar terkait gelombang yang berpotensi menyebabkan lebih banyak kerusakan,” ujarnya.

Hilangnya gletser juga akan berdampak pada sumber daya air karena menyediakan air tawar bagi sekitar dua miliar orang. "Gletser mengompensasi hilangnya air di musim panas saat tidak banyak hujan dan panas," kata Hock.

Proyeksi studi tersebut, yang lebih pesimis dibandingkan para ahli iklim PBB, diperoleh melalui pengamatan massa setiap gletser selama beberapa dekade dan simulasi komputer.

Terlepas dari temuan yang mengkhawatirkan, Hock mengatakan, "Kehilangan massa es dapat dikurangi dengan tindakan manusia. "Jika itu terjadi tentu saja tergantung pada pembuat kebijakan,” ujarnya. (AFP/M-3)

Baca Juga

MI/Tiyok

Jon Bodo: Tausiyah di Masjid

👤Tiyok 🕔Minggu 05 Februari 2023, 05:35 WIB
WUIIIH..rapi banget pake baju kokok segala, mau kemana...
DOK FARIS ALAUDIN

Ritual Mengawinkan Tembakau di Lereng Sindoro

👤Erwin Abdillah Faris Alaudin 🕔Minggu 05 Februari 2023, 05:25 WIB
WANGI aroma daun tembakau kering menyambut siapa pun yang memasuki jalan utama Desa Reco, di Lereng Gunung Sindoro,...
tengah: Sandi Saputra, Rivon Paino, Fakhry Muhammad Rosa bawah: Rohil Fidiawan Mokmin, Indriani Usman, Findriani Mahmud /MI/ADAM DWI

Findriani Mahmud dan Rivon Paino: Ketangguhan Perempuan Nelayan

👤Nas/M-1) 🕔Minggu 05 Februari 2023, 05:20 WIB
FILM dokumenter selanjutnya yang masuk lima besar Eagle Awards Documentary Competition (EADC) 2022 ialah Halimah dan Perahu...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya