Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Studi: Selulit Bisa Melindungi dari Demensia dan Stroke

Nike Amelia Sari
16/12/2022 07:10
Studi: Selulit Bisa Melindungi dari Demensia dan Stroke
Selulit di sekitar paha, pinggul, dan bokong dapat berdampak baik bagi wanita.(Unsplash/ Kailey Sniffin)

SELULIT memang tampak tidak indah, namun nyatanya kita tidak harus selalu memusuhinya. Studi terbaru menunjukkan jika selulit juga memiliki dampak baik terhadap perempuan.

 

Hasil penelitian tim dari Augusta University, Georgia, Amerika Serikat (AS) yang diterbitkan di jurnal Diabetes edisi terbaru menemukan jika selulit yang terdapat di area paha dan pinggul, juga bokong, dapat melindungi perempuan dari demensia dan stroke. Penelitian mereka menggunakan peengamatan dan pengujian pada lemak subkutan - yang berada di bawah kulit dan menyebabkan selulit, pada tikus jantan dan betina.

 

Peneliti menemukan tikus betina dengan kadar lemak jenis ini yang tinggi memiliki tingkat peradangan otak yang lebih rendah daripada tikus jantan.  Namun ketika lemak betina disedot, tingkat peradangan mereka meningkat.

 

Tim peneliti tidak yakin mengapa lemak subkutan tampaknya memiliki lemak pelindung. Namun, penelitian sebelumnya mengaitkan hal itu dengan hormon seks estrogen, yang berfungsi sebagai antiinflamasi alami.

 

Selama menopause, wanita menghasilkan lebih sedikit estrogen dan mulai menyimpan lemak visceral daripada lemak subkutan.  Setelah melalui transisi ini, risiko penyakit kronis terkait peradangan kemudian meningkat.

 

Seperti halnya manusia, tikus betina yang gemuk cenderung memiliki lebih banyak lemak subkutan dan lebih sedikit lemak visceral daripada tikus jantan. Peneliti memperkirakan bahwa pola lemak yang khas mungkin menjadi alasan utama perlindungan dari peradangan yang dialami betina sebelum menopause.

 

Tim kemudian membandingkan dampak dari diet tinggi lemak, yang diketahui meningkatkan peradangan di seluruh tubuh pada tikus dari kedua jenis kelamin setelah operasi, mirip dengan sedot lemak, untuk menghilangkan lemak subkutan. Kehilangan lemak subkutan meningkatkan peradangan otak pada wanita tanpa mengubah tingkat estrogen dan hormon seks lainnya.

 

"Ketika kami mengeluarkan lemak subkutan dari persamaan, tiba-tiba otak wanita mulai menunjukkan peradangan seperti yang terjadi pada otak pria, dan wanita mendapatkan lebih banyak lemak visceral," kata Dr Stranahan, seperti dikutip dari dailymail.co.uk, Selasa (13/12).

 

Meski begitu, hasil riset ini bukan lantas menyarankan bahwa wanita harus dengan sengaja menambah berat badan - karena penelitian menunjukkan bahwa obesitas dapat meningkatkan risiko kondisi kronis seperti demensia, stroke, dan penyakit jantung.

 

Di sisi lain, hasil pada tikus jantan, memberikan gambaran soal risiko yang jauh lebih tinggi untuk masalah terkait peradangan mulai dari serangan jantung hingga stroke pada pria dibandingkan wanita pramenopause. Pria lebih cenderung menyimpan lemak tubuh di sekitar organ mereka, yang dikenal sebagai lemak visceral, yang menyebabkan 'perut buncit'.

 

Hewan pengerat jantan memiliki lebih banyak lemak visceral dan hewan pengerat betina menumpuk lebih banyak lemak subkutan. Laki-laki juga mengakumulasi lebih banyak peradangan otak daripada perempuan. (M-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Bintang Krisanti
Berita Lainnya