Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Pada 2-3 Desember mendatang, akan tersaji pertunjukan teater yang bersumber dari film klasik Usmar Ismail, Lewat Djam Malam. Pertunjukan tersebut, merupakan silang media antara film dan teater, bukan sekadar alih wahana. Sehingga secara gagasan kreatifnya para aktor juga akan berdialog dengan para aktor di film Lewat Djam Malam.
Produksi Setelah Lewat Djam Malam diproduseri Yulia Evina Bhara dan disutradarai sutradara Teater Garasi, Yudi Ahmad Tajudin. Pemerannya antara lain Reza Rahadian, Sal Priadi, Dira Sugandi, Lukman Sardi, Kelly Tandiono, dan penari Josh Marcy.
“Film Lewat Djam Malam dipilih karena merupakan karya penting. Film yang ditulis Asrul Sani dan disutradarai Usmar Ismail, yang diproduksi pada 1954. Karya ini menjadi tonggak penting perfilman Indonesia, bukan hanya sebagai salah satu pendobrak atau perintis secara estetika, tetapi secara tema juga penting,” kata produser Yulia Evina Bhara dalam konferensi pers yang berlangsung di Teater Teguh Karya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (24/11).
Sutradara Yudi Ahmad Tajudin pun menambahkan, secara tema, film tersebut menawarkan gagasan kebangsaan yang memiliki keluasan spektrum. Baginya, mengangkat film Lewat Djam Malam dan disilangkan dengan media teater, menjadi penting untuk menghadirkan dialog lintas generasi.
“Sejak pandemi, ada istilah yang kian menajam di seni pertunjukan, yaitu alih wahana. Kalau alih wahana, itu ekspresi kesenian di suatu media dipindahkan ke media lain. Tapi secara medianya tidak ikut. Misal novel ke film, ya hanya ekspresinya. Sementara, silang media itu juga menyertakan media karya awalnya. Jadi di pentas ini, filmnya juga akan memengaruhi pertunjukannya. Kata kuncinya adalah dialog yang memengaruhi dan berubah,” jelas Yudi.
Musikus Sal Priadi mengungkapkan, ia yang terpapar film Lewat Djam Malam bermula dari cuplikan Youtube, mengungkapkan kekagumannya pada film klasik yang juga pernah ditayangkan di program Classic di Festival Film Internasional Cannes pada 2012 itu.
“Di musik, saya bisa mengekspresikan terserah dengan kemauan. Di film, saya mempelajari kerja sama dengan para kru dan pemain untuk membuat adegan. Di karya panggung, ini mungkin yang paling dekat dengan latar belakang saya sebagai musikus. Saya belajar ketubuhan, pantulan suara, bagaimana mengeluarkan dialog, semua unsur itu kemudian memperkuat saya sebagai musikus,” kata Sal.
Pentas Setelah Lewat Djam Malam diinisiasi Direktorat Film, Musik, dan Media Kemendikbudristek, KawanKawan Media, Garasi Performance Institute, dan IM3. Tiket pertunjukan yang akan berlangsung pada 2-3 Desember di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki itu dibanderol mulai dari harga Rp250 ribu hingga Rp750 ribu di loket.com dan gotix. (M-2)
YOON Suk-hwa, tokoh besar dalam kancah teater modern Korea, meninggal dunia pada Selasa pagi di usia 69 tahun setelah berjuang melawan tumor otak. Ia mengembuskan napas terakhir di Seoul
Anak-anak itu tampil percaya diri, berani, dan menyebarkan semangat positif melalui penampilan mereka yang dihiasi senyuman di atas panggung Red Nose
Bagi Slank, pementasan ini bukan hanya bentuk refleksi, tetapi pengingat perjalanan panjang yang tidak mudah.
Festival Teater Indonesia (FTI) hadir sebagai titik pertemuan lintas kota serta ruang berekspresi bagi ekosistem teater tanah air.
Resital Kelas Akting Titimangsa 2025 menghadirkan empat pertunjukan yang semuanya bersifat absurd namun dengan ciri absurd yang berbeda.
Festival Teater Indonesia (FTI) digagas oleh founder Titimangsa Happy Salma dan Direktur Titimangsa Pradetya Novitri.
Aktor Ario Bayu mengungkapkan cintanya pada seni peran muncul ketika dia bersekolah di Selandia Baru.
Tertarik perdalam seni peran? Cari tahu kampus terbaik dengan program studi tersebut di sini. Ajukan pinjaman kilat untuk mendukung kebutuhan pendidikanmu!
Citra Kirana mengungkapkan bahwa kolaborasi ini berawal dari Bahagia Pictures.
DUNIA seni peran tengah berduka. Aktor Donny Kesuma dikabarkan meninggal dunia. Kabar duka itu bermula dari unggahan aktor Ferry Maryadi. Dia menyebut Donny meninggal dunia pada Selasa
Sekolah Lentera Indonesia (SLI) kini bersiap untuk menyelenggarakan pertunjukan drama musikal terbarunya yakni Mulan: The Mighty Magnolia of China.
“Musuh Bebuyutan” dimeriahkan sejumlah aktor dan aktris seperti Inaya Wahid, Oppie Andaresta, Cak Lontong, Akbar, Susilo Nugroho, Marwoto, dan masih banyak lagi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved