Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Para ilmuwan Australia berencana untuk menanam tanaman di permukaan Bulan pada 2025 melalui sebuah misi yang dipimpin oleh perusahaan luar angkasa Australia bernama Lunaria One bersama para ilmuwan Israel.
Proyek baru tersebut akan menjadi yang pertama dalam serangkaian percobaan untuk menyelidiki apakah tanaman bisa tumbuh dan berkembang di permukaan Bulan yang keras.
Salah satu peneliti yang merupakan ahli biologi tanaman, Brett William mengatakan bahwa benih tanaman akan dibawa ke Bulan melalui pesawat ruang angkasa Beresheet 2 milik Israel.
William bersama tim dari beberapa peneliti dari universitas Australia, bersama dengan rekan-rekannya di Israel, Afrika Selatan, dan Amerika Serikat, mendukung misi multinasional yang sangat ambisius untuk menumbuhkan tanaman di permukaan bulan dalam waktu tiga tahun.
"Proyek menanam tumbuhan di bulan dapat membantu dalam ketahanan pangan masyarakat dalam jangka panjang di Bumi yang menderita dan kelaparan akibat bencana perubahan iklim," ujar William seperti dilansir dari Canberra Times pada Sabtu (8/10).
Tim ilmuwan akan menyirami benih dan memeriksa proses pertumbuhannya setelah mendata di bulan. William menjelaskan, jenis tanaman yang akan dibawa ke bulan akan dipilih berdasarkan ketahanannya terhadap kondisi ekstrem dan seberapa cepat ia dapat berkecambah.
“Proyek ini merupakan langkah awal bagi kami untuk menanam tanaman demi ketahanan pangan untuk mendapatkan makanan, obat-obatan dan oksigen, sehingga memungkinkan manusia untuk memulai kehidupan di Bulan,” jelas Wiliam.
Salah satu tanaman yang dipertimbangkan untuk misi tersebut adalah tanaman asli Australia yang dapat bertahan dalam kondisi yang tanah keras dan bertahan dalam keadaan kering selama berbulan-bulan tanpa air. Selanjutnya tanaman akan ditanam dalam kotak kecil yang terus dilindungi dan dipantau.
Sementara itu, dosen Australian National University, Caitlin Byrt menginformasikan bahwa misi tersebut relevan dengan keprihatinan berbagai pihak terkait keamanan pangan yang telah memasuki tahap krisis akibat perubahan iklim.
"Jika Anda dapat membuat sistem pertumbuhan tanaman di permukaan bulan, maka Anda dapat mengembangkan sistem pasokan makanan di atmosfer paling ekstrem di bumi," katanya.(M-3)
NASA laksanakan evakuasi medis pertama dalam sejarah ISS.
NASA merilis foto luar biasa kolaborasi James Webb dan Chandra. Dua galaksi, IC 2163 dan NGC 2207, tertangkap sedang memulai proses tabrakan dahsyat.
Para astronom untuk pertama kalinya berhasil mendeteksi ledakan besar yang dilepaskan oleh sebuah bintang di luar tata surya.
Sejumlah astronom menemukan cadangan air terbesar yang pernah diketahui di alam semesta. Lautan ini ditemukan di sebuah quasar raksasa yang berjarak sekitar 12 miliar tahun cahaya dari Bumi.
Astronot ISS menangkap foto spektakuler wilayah Florida dan Karibia saat malam hari.
Michaela Benthaus mengukir sejarah sebagai pengguna kursi roda pertama di dunia yang terbang ke luar angkasa bersama Blue Origin milik Jeff Bezos.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved