Kamis 23 Juni 2022, 07:55 WIB

Teliti Kebakaran Lahan Gambut, Mahasiswa UI Raih Best Student di Oslo, Norwegia

mediaindonesia.com | Weekend
Teliti Kebakaran Lahan Gambut, Mahasiswa UI Raih Best Student di Oslo, Norwegia

dok Humas UI
Bintang Farhan Muhammad, mahasiswa Teknik Mesin FTUI saat mempresentasikan makalahnya di Oslo, Norwegia.

 

Kebakaran lahan gambut menyita perhatian Bintang Farhan Muhammad, mahasiswa Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) angkatan 2017, untuk dijadikan obyek penelitiannya. Penelitian inilah yang mengantarnya meraih penghargaan Best Student Presenter pada the 10th International Seminar on Fire and Explosion Hazard (ISFEH 10). Selain dia, penghargaan yang sama juga diberikan kepada dua mahasiswa dari Ghent University, Belgia, dan Ulster University, Inggris.

ISFEH 10 diselenggarakan di Oslo, Norwegia pada 22-27 Mei 2022 dan diikuti oleh 56 pemakalah dari seluruh dunia, tiga diantaranya dari UI. Pada ISFEH 10, Bintang yang saat ini telah menyelesaikan studi dari FTUI, mempresentasikan makalah berjudul “Estimation of Smoldering Peat Fire CO and CO2 Emission Factors by Multidimensional Spread and Elemental Variables”. Makalah ini memfokuskan penelitian pada estimasi emisi CO dan CO2 pada kebakaran lahan gambut. Bintang melakukan penelitian bersama tim dibawah bimbingan Prof. Ir. Yulianto S. Nugroho, M.Sc., Ph.D., Guru Besar Departemen Teknik Mesin, dan kemudian hasilnya dituangkan dalam artikel ilmiah yang ditulis bersama Hafizha Mulyasih dan Dr. Ing. Ridho Irwansyah.

Berdasarkan data dari PBB tahun 2017, kebakaran lahan gambut di daerah Asia Khatulistiwa (daerah tropis) turut berkontribusi pada emisi karbon global. Munculnya fenomena El Niño pada area-area tersebut juga memperparah kondisi kebakaran. Fenomena ini yang merupakan anomali suhu permukaan laut yang tinggi, menyebabkan kondisi lebih hangat dan kering yang tidak biasa di berbagai wilayah rawan kebakaran di seluruh dunia termasuk lahan gambut.

“Kebakaran pada lahan gambut melepaskan emisi gas dan asap yang mengakibatkan kerugian dari segi sosial, kesehatan, ekonomi maupun lingkungan. Pada penelitian ini, Bintang, Hafizha, dan tim mencoba untuk menggunakan metode terintegrasi untuk mendapatkan nilai Emission Factor (EF) dengan menggunakan Buoyancy Calorimeter. EF menggambarkan jumlah polutan yang dilepas ke atmosfer dari peristiwa kebakaran hutan, termasuk kebakaran membara (smoldering) yang terjadi di lahan gambut,” kata Prof. Yulianto yang juga merupakan pakar FTUI di bidang Teknik Keselamatan Kebakaran, dalam rilis yang diterima Media Indonesia dari Universitas Indonesia, Rabu (22/6).

Dalam penelitiannya, Bintang dan tim mencoba untuk meminimalisir ketidakpastian yang disebabkan oleh variasi komposisi kimia gambut serta ketidakpastian yang disebabkan oleh estimasi satu dimensi (menggunakan citra satelit). “Dari hasil penelitian, diketahui bahwa untuk sampel gambut dari lahan yang berbeda memiliki perbedaan pada komposisi kimia gambut. Sampel yang diambil dari lahan gambut di Jambi memiliki komposisi yang berbeda dengan sampel yang berasal dari lahan gambut di Papua ataupun Palangkaraya (Kalimantan Tengah). Sementara pencitraan jarak jauh menggunakan satelit yang selama ini digunakan untuk memperkirakan luas lahan gambut yang terbakar, memiliki keterbatasan karena hanya menampilkan citra berupa permukaan dan tidak secara langsung mengukur kedalaman dampak kebakaran (burned depth) di lahan gambut,” kata Bintang.

Hasil penelitiannya mengarah pada tiga hal, yaitu nilai EF dapat diperoleh dari hasil eksperimen laboratorium melalui analisis pola burned depth pattern dan variabel lingkungan lahan gambut. Kedua, variabel lingkungan dan karakteristik gambut merupakan unsur yang penting dalam estimasi EF. Dan terakhir, terbukti bahwa perhitungan nilai EF tidak valid apabila hanya memasukkan variabel luasan area yang terbakar saja.

Dekan FTUI, Prof. Dr. Heri Hermansyah, ST. M.Eng., IPU menyampaikan, “Semoga penelitian yang dilakukan Bintang dan tim dapat memberikan masukan bagi pencegahan dan penanganan kebakaran lahan gambut di Indonesia yang terus terulang disetiap tahunnya. Tentu saja penelitian yang dilakukan dapat terus dikembangkan ke depannya dengan memperluas batasan penelitian di area-area lahan gambut lain di Indonesia.”

Delegasi UI juga mempresentasikan dua makalah lainnya pada ISFEH 10 dengan judul “Fire Behavior of Aluminium Composite Panel Material Using Small Scale Test Method” oleh Viliasio Sirait dan Reza Adyanto, dan “Laboratory Scale Experiment of Vegatation Uprooting Phenomena During Smoldering of Peat”, oleh Jeihan Kartika Hapsari.

ISFEH adalah seminar internasional yang rutin dilaksanakan setiap tiga tahun sekali oleh komunitas peneliti fire safety sejak 1995 sebagai wadah untuk berbagi penelitian tentang efek fisik dari bahaya, metode prediksi konsekuensi, metode analisis keselamatan terapan, metode mitigasi, strategi tanggap darurat, dan banyak topik lainnya.

ISFEH 10 merupakan Seminar Internasional pertama di bidang Fire Science yang kembali diselenggarakan secara luring (in person), sejak pandemi Covid 19 di awal 2020. ISFEH 10 diikuti oleh para mahasiswa berbagai jenjang, para peneliti serta para profesor dari Eropa, Amerika, Asia-Oceania, serta Afrika.(M-4)

Baca Juga

MI/Nike Amelia Sari

Wow, 1.000 Toilet Umum Inovatif Bakal Tersedia di Ruang Publik

👤Nike Amelia Sari 🕔Kamis 07 Juli 2022, 23:34 WIB
Toilet umum ini dapat dibayar melalui aplikasi maupun...
Dok Kala Karya

Tujuh Tahun Berkarya, Pameran Foto Vicky Tanzil Digelar di Kala Karya

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 07 Juli 2022, 15:15 WIB
Vicky Tanzil menggelar pameran tunggal bertajuk 2014 - 2020 Via 2022’. Ini menandai tujuh tahun kiprahnya di bidang fotografi secara...
dok: Aksara Records

'Wijayakusuma' Tandai Kebangkitan Kembali Aksara Records

👤Fathurrozak 🕔Kamis 07 Juli 2022, 11:32 WIB
Setelah hampir 13 tahun tenggelam, Aksara Records kini kembali lagi dengan merilis single  Wijayakusuma dari Ardhito...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya