Headline
Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.
Kumpulan Berita DPR RI
Sekelompok burung eksotis langka yang disebut sebagai ‘burung pelangi’ terlihat singgah di wilayah Trimingham, Norfolk, Inggris. Meski menjadi pemandangan yang indah bagi warga dan wisatawan, kehadiran kawanan burung tersebut disebut para ahli sebagai hal yang mengkhawatirkan.
Perubahan iklim diduga kuat menjadi penyebab utama kedatangan burung pelangi tersebut ke wilayah Inggris. Salah satu spesies burung langka pemakan lebah tersebut sebelumnya hanya dapat ditemukan di beberapa wilayah terpencil kawasan Eropa selatan dan Afrika bagian utara.
Pakar burung dari The Royal Society for the Protection of Birds (RSPB), Inggris, Mark Thomas, mengatakan masyarakat tak boleh terlena dengan pemandangan indah dari kehadiran burung tersebut. Perubahan pola migrasi seperti yang terjadi pada satwa paling sering terjadi akibat dampak perubahan iklim.
“Begitu juga dengan yang terjadi pada burung eksotis ini. Dugaan penyebab paling kuat adalah adanya berbagai dampak ekstrem dari perubahan iklim yang terjadi saat ini,” ujar Thomas, dilansir dari bbc.com, Selasa, (21/6).
Thomas menjelaskan, pihak RSPB memantau dalam beberapa waktu terakhir burung-burung eksotis seperti burung pelangi yang hadir saat ini telah beberapa kali singgah beberapa di kawasan Inggris. Itu merupakan hal yang tak pernah terjadi sebelumnya.
“Setelah melihat kondisinya saat ini, kami prediksi burung-burung sejenis dari wilayah yang sama akan rutin singgah di Inggis karena kondisi alam yang berubah di habitat mereka. Mereka terus bergerak ke utara untuk mencari lokasi yang lebih nyaman,” ujarnya.
Ketersediaan sumber pakan juga diduga memengaruhi pergerakan burung-burung tersebut. Seperti diketahui burung-burung pelangi tersebut memakan lebah sebagai pakan utama. Selain lebah, mereka juga biasa memakan berbagai jenis serangga lainnya.
Setelah terpaksa melakukan migrasi darurat, pengertian manusia di sekitarnya dinilai sangat penting bagi kelestarian para burung-burung tersebut. Di antaranya dengan tidak mengganggu aktivitas mereka di lokasi baru yang dijadikan lokasi persinggahan untuk mencari sumber makanan.(M-4)
Saat negara-negara Barat menekan bantuan dan memperketat kebijakan migrasi, Spanyol justru memperluas kerja sama dengan Afrika.
Paus Leo XIV serukan dunia melawan “globalisasi ketidakberdayaan” dengan menumbuhkan budaya rekonsiliasi.
PENURUNAN permukaan tanah dan kenaikan permukaan laut menyebabkan migrasi besar-besaran para nelayan dari Pantura, khususnya daerah Indramayu, Cirebon, dan Tegal ke Jakarta.
El Salvador telah setuju untuk menampung kriminal Amerika Serikat yang kekerasan dan menerima deportasi warga negara lain dalam perjanjian migrasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Berikut contoh hewan yang melakukan migrasi dengan memanfaatkan medan magnet bumi.
Harimau (Panthera tigris) adalah salah satu kucing besar yang paling dikenal di dunia, namun keberadaan mereka terbatas pada benua Asia.
Penelitian terbaru menunjukkan lubang besar di bagian atas tengkorak dinosaurus T. rex bagian dari sistem termoregulasi yang mirip dengan “pendingin udara” alam
Kombinasi bodi ramping dan otot yang kuat memungkinkan walet melakukan penerbangan jarak jauh tanpa kelelahan yang berarti.
Menurut Simply Birding, habitat utama Nyctyornis amictus meliputi hutan tropis primer dan sekunder di Thailand, Semenanjung Malaysia, Sumatra, dan Kalimantan.
Burung beo malam (night parrot), salah satu burung paling misterius di dunia, kembali mengejutkan para ilmuwan.
Burung yang paling sering terlihat di punggung badak Afrika adalah oxpecker. Burung ini menghabiskan sebagian besar waktunya di tubuh hewan besar untuk mencari makan.
Burung purba memiliki keunggulan dalam pola makan. Paruh tanpa gigi memungkinkan mereka memakan biji-bijian dan sumber makanan sederhana yang masih tersedia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved