Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
BELUM lama ini mata uang kripto Terra Luna sempat membuat geger publik global akibat ambles tak bersisa. Situasi pasar blockchain global secara general juga tengah mengalami bearish (bergerak turun/melemah). Hal itu tentu berpengaruh pada transaksi yang tercetak di pasar blockchain, termasuk Non-Fungible Token (NFT).
Namun hal itu tidak menyurutkan Faza Meonk, komikus dan kreator karakter Juki, merilis koleksi NFT terbaru. Koleksi bertajuk Lost in Jukiverse dengan batas 3456 suplai itu dipamerkan 4 Juni lalu di Sarinah, Jakarta Pusat.
Faza memamerkan karya-karyanya dalam format hibrida, hingga besok (12/6). Ia juga memberikan akses gratis bagi para kolektor NFTnya untuk bisa mengunjungi pameran. Sementara pengunjung umum dikenai tiket Rp50 ribu.
“Kami memang tidak punya data pasti. Tapi dari yang kami lihat, secara dominan masih market global yang membeli koleksi Lost in Jukiverse. Ada dari AS, Prancis, India, Tiongkok, Jepang, dan Korea. Kalau market Indonesianya sendiri mungkin 20%,” kata Faza di pameran (4/6).
Soal pasar nft yang fluktuatif, Faza mengatakan maka calon pembeli harus mau meriset prospek dengan baik. “Ya dimanajemen saja ekspektasinya. Maunya seperti apa. Kalau misal tujuannya mau cuan, ya harus riset yang mendalam. Karena tidak pernah bisa meramal project mana yang bakal naik. Coba masuk ke komunitasnya sehingga bisa menimbang untuk membeli atau koleksi,” tambah Faza.
Sunny Gho, produser JPG People dan ceo penerbit komik Kosmik Network, menilai pasar NFT tetap proposional. “Marketnya memang secara makro terkoreksi. Begitu pun nft ikut kena. Secara transaksi tidak setinggi awal tahun. Dan itu normal. Tapi antusiasme masyarakat secara umum terhadap NFT tetap proporsional, bukan menjadi tidak percaya, ragu, dan pada takut beli,” kata Sunny di acara yang sama.
Bagi Sunny, terkoreksi blockchain menjadi salah satu contoh kasus pasar NFT saat ini berada dalam kondisi proporsional. Artinya, tetap ada kreator yang merilis karya, dan tetap ada kolektor yang berminat dan membeli. Padahal, NFT adalah instrumen yang paling tidak likuid.
Sementara itu, aktor Dennis Adhiswara yang juga merupakan kolektor nft menilai peminat NFT memang perlu lebih selektif. “Mereka akan mencari yang nilainya, bukan duit ya, tapi nilai semangat NFT-nya itu cocok. Baik secara kegunaan, maupun utilitas yang dipunyai. Apakah sepadan harganya dengan value yang ingin didapat,” katanya.
Dennis di antaranya mengoleksi NFT yang dikeluarkan Baliverse NFT dan Catchy Girls. Dalam mengoleksi karya NFTdari Catchy Girls pada awal tahun misalnya, ia melihat misi yang sama antara seniman dengan dirinya sebagai kolektor. NFT dari Catchy Girls dianggapnya bukanlah proyek yang ditujukan muluk-muluk auto cuan.
Situasi demam NFT akhir tahun lalu dinilai Dennis juga karena rasa penasaran dan fomo (fear of missing out) dari orang-orang. “Ketika itu terjadi, dihadapkan dengan dua market. Market yang jenuh dengan itu semua dan market yang akhirnya menunggu NFT mana saja yang bisa survive, bertahan lama dari segala kefomoan. Akhirnya NFT yang punya fundamental kuat yang bertahan,” tambah aktor yang dikenal lewat film Ada Apa Dengan Cinta ini.
<b>Bukan Semata NFT<p>
Faza sendiri mengatakan di Lost in Jukiverse bukan berhenti di proyek NFT. “Kalau dulu yang beli komik Juki di toko buku itu isinya sama, lewat teknologi sekarang ada kemungkinan orang yang beli komik bisa mendapat cerita yang berbeda-beda. Ketika masuk nft sebenarnya bisa lebih eksplorasi karya. Menjadi proyek yang menarik. Kami arahnya ke sana. Ke pengembangan IP (kekayaan intelektual/intellectual property),” tambahnya.
Senada dengan Faza, pendiri Museum of Toys (MoT) Deasy Sutanto menilai medium ini bisa menjadi perluasan karya. MoT di antaranya turut menyokong munculnya proyek NFT Karafuru dari seniman WD Willy. Bagi Deasy, masuknya karya seni ke dunia NFT, akan memberi ekspos global kepada seniman dan karyana.
“Kami sejak awal memang ingin mengangkat si senimannya. Jadi ketika pasarnya lagi bermasalah, nft sebagai peluang masuknya karya seni itu masih akan tetap berjalan. Yang kami angkat adalah IP dan karya senimannya,” kata Deasy saat dijumpai Media Indonesia dalam kesempatan Art Moments Jakarta Online (AMJO) 3 di Art:1 New Museum, Jakarta Pusat, Kamis, (9/6). (M-1)
Dilansir dari Pintu Academy, tokenisasi adalah sebuah proses yang membuat hak kepemilikan terhadap suatu aset dapat direpresentasikan sebagai token dan disimpan di jaringan blockchain.
TRANSPARANSI anggaran daerah selalu menjadi isu sensitif sekaligus krusial dalam tata kelola pemerintahan.
INDUSTRI aset digital, kripto, dan teknologi blockchain berkomitmen untuk terus mendorong literasi agar masyarakat tidak mudah terjebak pada fenomena latah alias ikut-ikutan atau FOMO.
Integrasi ini memungkinkan pelanggan enterprise tidak hanya melihat ancaman siber, tetapi juga memahami risikonya dan mengambil langkah pencegahan lebih dini.
Bitcoin (BTC) adalah aset digital terdesentralisasi berbasis blockchain. Pelajari cara kerja, cara mendapatkan, serta risiko Bitcoin sebelum berinvestasi.
Dari sisi infrastruktur, prinsip blockchain digunakan untuk mencatat kontribusi setiap individu dalam sebuah proyek film secara transparan.
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Berkaca dari kasus Boiyen, simak aturan hukum Cerai Gugat di Pengadilan Agama. Apa bedanya dengan talak, syarat pengajuan, dan prosedur mediasinya?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved