Kamis 24 Maret 2022, 08:00 WIB

Ganti Pagar Rumah Anda dengan Tanaman untuk Atasi Krisis Iklim dan Polusi

Adiyanto | Weekend
Ganti Pagar Rumah Anda dengan Tanaman untuk Atasi Krisis Iklim dan Polusi

unsplash.com/Mike Enerio
Pagar tanaman

 

Para tukang kebun dan pemilik rumah disarankan mengganti pagar mereka dengan tanaman. Hal itu disampaikan Lembaga Amal Berkebun terkemuka di Inggris, Royal Horticultural Society saat memulai studi spesies mana yang terbaik untuk mengatasi krisis iklim dan polusi.

Para ilmuwan di badan amal tersebut sedang mencari infrastruktur hijau, terutama di daerah perkotaan. Salah satu contoh infrastruktur tersebut adalah menggunakan pagar tanaman untuk menandai batas antara properti dan kebun.

Sebuah tim yang dipimpin oleh ilmuwan hortikultura utama RHS, Dr Tijana Blanusa, akan menyelidiki sifat-sifat berbagai jenis tanaman pelindung dan melihat bagaimana mereka dapat melindungi ekosistem.

Pagar dari tanaman dapat mengurangi polusi dan meningkatkan kualitas udara, memperlambat aliran air hujan yang dapat membantu pengelolaan banjir, menyediakan perlindungan bagi satwa liar, dan membantu mengatur suhu melalui naungan dan pendinginan.

Blanusa berkata: “Pagar tanaman yang sederhana sering kali  dapat menjadi layar alami, mereka tidak hanya menyediakan jasa lingkungan yang penting tetapi juga relatif murah, tahan lama dan hanya butuh luas tanah yang kecil.

“Mengetahui kombinasi penanaman mana yang harus dipilih untuk mendapatkan manfaat lingkungan paling banyak, dan bagaimana merawatnya secara efektif, dapat memungkinkan penyerapan yang lebih luas saat kami berusaha untuk membuktikan masa depan kota-kota kami,” kata Blanusa, seperti dilansir The Guardian, Rabu (23/3).

Badan amal tersebut akan mempelajari bagaimana spesies yang berbeda memberikan manfaat bagi lingkungan. Mereka akan melihat faktor-faktor termasuk bentuk daun, tekstur, dan struktur cabang jenis tanaman yang sebaiknya digunakan.

Menurut lembaga itu, banyak daerah memiliki pagar tanaman monokultur, artinya hanya satu spesies yang ditanam, mungkin untuk tujuan estetika. Meskipun ini adalah cara tradisional untuk menanam di taman atau daerah perkotaan, para ilmuwan khawatir hal itu dapat membuat tanaman rentan terhadap penyakit dan membatasi keanekaragaman hayati. (M-4)

Baca Juga

ANT/IRSAN MULYADI (STR)

Music Goers Kaltim, Akan Ada Sound Session di Balikpapan!

👤Fathurrozak 🕔Kamis 07 Juli 2022, 00:29 WIB
Weird Genius dan Noah menjadi pengisi panggung Sound Session di Balikpapan, Kalimantan...
MI/Devi Harahap

Membumikan Kebaya, Meretas Jalan ke UNESCO

👤Devi Harahap 🕔Kamis 07 Juli 2022, 00:04 WIB
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Putri Wardani menyebut, busana berkebaya akan diperkenalkan dalam pergelaran G-20 sebagai bagian upaya...
Limunas

Melancholic Bitch dan Kuntari Tandai Kembalinya Limunas

👤Fathurrozak 🕔Rabu 06 Juli 2022, 17:27 WIB
Limunas terakhir digelar pada...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya