Selasa 18 Januari 2022, 07:11 WIB

Warga di Kawasan Kutub Utara Kian Rasakan Dampak Perubahan Iklim

Putri Rosmalia | Weekend
Warga di Kawasan Kutub Utara Kian Rasakan Dampak Perubahan Iklim

Danish Meteoroligical Institute / AFP Anjing melintas di kawasan kawasan Greendland tahun 2019
Anjing melintas di kawasan kawasan Greendland, Kutub utara, pada 2019

 

Di antara miliaran warga dunia, warga yang bermukim di kawasan Arctic (kutub utara) menjadi salah satu yang paling merasakan dampak perubahan iklim secara langsung. Mereka menyaksikan semakin berkurangnya es, peningkatan suhu, hingga berbagai kerusakan lainnya.

Belakangan ini, perubahan iklim secara perlahan tapi pasti mulai merusak bangunan rumah dan fasilitas publik warga Arctic. Tembok rumah yang retak, jalanan bergelombang, hingga pecahnya pipa-pipa semakin sering terjadi.

Perubahan iklim disebut berkontribusi besar dalam proses kerusakan tersebut. Peningkatan suhu bumi membuat lapisan es yang padat di daratan dan perairan kutub utara mencair. Hal itu membuat lapisan permukaan tanah bergeser dan rapuh.

"Peningkatan suhu akibat pemanasan global dan kontruksi bangunan yang tak disiapkan untuk menghadapi kondisi separah ini menjadi penyebabnya," ujar Profesor Jan Hjort, peneliti perubahan iklim dari University of Oulu, Finlandia, seperti dilansir dari bbc.com, Jumat, (14/1).

Hjort mengatakan kondisi yang ada saat ini sangat mengancam keselamatan warga Arctic. Begitu juga rencana pembangunan dan infrastruktur bagi warga.

Setidaknya lima juta jiwa tinggal di sepanjang kawasan Arctic saat ini. Kawasan ini membentang melewati beberapa wilayahseperti Rusia, Amerika utara, dan Skandinavia.

Perubahan yang terjadi saat ini memiliki dampak lebih besar di Arctic dibandingkan wilayah lain di dunia. Peningkatan suhu di kawasan ini terjadi hingga dua sampai empat kali lebih cepat dibandingkan di wilayah yang lebih rendah.

Menurut studi yang dilakukan oleh Hjort dan tim peneliti dari berbagai universitas lain, dengan laju perubahan iklim yang berjalan, diperkirakan setidaknya 70% dari seluruh infrastruktur di Arctic akan mengalami kerusakan parah di tahun 2050 mendatang  

Warga di kutub utara juga harus menghadapi ancaman lain akibat perubahan lain yang tak kalah serius. Di antaranya kemunculan sink hole, penurunan lahan atau longsor, hingga banjir bandang. (M-4)

 

Baca Juga

123rf

Setop Minum Paracetamol Saat Hamil

👤Thalatie K Yani 🕔Kamis 19 Mei 2022, 15:40 WIB
Penelitian terbaru menemukan paracetamol yang dikonsumsi saat hamil bisa menyebabkan anak...
ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/tom

Desa Tinalah Yogyakarta Jadi Jawara di Creative Tourism Destination Award 2022

👤Fathurrozak 🕔Kamis 19 Mei 2022, 15:05 WIB
Desa Wisata Tinalah di Yogyakarta memboyong tiga penghargaan di Creative Tourism Destination Award...
AFP

Indikator Iklim Kritis Memecahkan Rekor pada 2021

👤Adiyanto 🕔Kamis 19 Mei 2022, 10:42 WIB
Kekeringan dan banjir memicu kenaikan harga pangan yang diperparah pada tahun...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya