Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
Satu lagi dampak pemanasan global nampak secara nyata. Suhu air laut kembali meningkat dalam setahun terakhir.
Tahun 2021 bahkan tercatat sebagai tahun dengan rata-rata suhu air laut tertinggi dalam sejarah. Sebelumnya setidaknya selama tiga tahun terakhir, suhu air laut memang juga selalu mencetak sejarah tertinggi.
Jumlah panas yang diserap oleh lautan sangat besar. Pada 2021, dari 2.000 meter luas lautan, tempat sebagian besar pemanasan terjadi, menyerap 14 zettajoule lebih banyak (satuan energi listrik yang setara dengan satu sextillion joule) daripada yang terjadi pada tahun 2020. Jumlah energi ekstra ini 145 kali lebih besar dari seluruh pembangkit listrik dunia yang, sebagai perbandingan, adalah sekitar setengah dari zettajoule.
Harapan para peneliti akan penurunan suhu di tahun 2021 karena menurunnya aktivitas selama pandemi, ternyata hanya angan-angan. Laju pemanasan global dan perubahan iklim tetap sulit terbendung.
"Suhu lautan semakin konsisten meningkat. Itu merata di seluruh dunia. Ini adalah indikator primer akan perubahan iklim," ujar pakar perubahan iklim National Center for Atmospheric Research, Colorado, Kevin Trenberth, seperti dilansir dari theguardian.com, Kamis, (13/1).
Ia mengatakan penyebab utama peningkatan suhu laut tersebut tidak lain adalah akibat aktivitas manusia. Meski tak sebanyak yang dilakukan di daratan, laut juga tetap terdampak dari peningkatan suhu di atmosfer.
Peningkatan suhu air laut tidak bisa dianggap remeh. Selain akan menggangu ekosistem laut, hal itu juga berkontribusi signifikan pada kemunculan fenomena alam yang membahayakan, seperti badai, angin topan, hingga peningkatan curah hujan.
Salah satu yang paling dikhawatirkan juga ialah semakin cepat melelehnya es di Greenland dan Antartika. Hal itu akan menyebabkan peningkatan tinggi permukaan laut yang sangat cepat.(M-4)
Yosep meneliti pengetahuan, sikap, dan praktik anak muda terkait perubahan iklim. Temuannya menunjukkan bahwa tingkat pemahaman masyarakat Indonesia masih sekitar 50 persen.
Studi terbaru Smithsonian mengungkap ekosistem terumbu karang modern kehilangan kompleksitas ekologi dibandingkan 7.000 tahun lalu. Rantai makanan kini memendek drastis.
Peneliti menemukan penurunan kadar garam di Samudra Hindia bagian selatan. Fenomena ini mengancam sistem sirkulasi laut global dan iklim dunia.
Ilmuwan temukan jutaan bakteri dan jamur "pelindung" di dalam pohon ek yang tetap stabil meski dilanda kekeringan ekstrem.
Ilmuwan temukan deposit granit raksasa terkubur di bawah Gletser Pine Island, Antartika. Penemuan ini memecahkan misteri batuan purba sekaligus kunci prediksi kenaikan permukaan laut.
Presiden Donald Trump resmi membatalkan "endangerment finding" 2009, kebijakan kunci era Obama yang membatasi gas rumah kaca. Simak dampak ekonomi dan pro-kontra medisnya di sini.
Mirkoplastik yang menempel di permukaan fitoplankton dapat menghalangi sinar matahari sehingga menghambat proses fotosintesis dan menurunkan kemampuan fitoplankton menyerap karbon.
PENELITIAN ilmiah terbaru menunjukkan bahwa rumput laut memiliki kemampuan menyerap karbon dioksida (CO2) jauh lebih cepat dibandingkan hutan daratan.
Sinergi ini bertujuan untuk mendukung agenda pemerintah dalam memberdayakan nelayan pesisir sekaligus membangun budaya keselamatan di laut yang lebih kokoh.
Puisi Aku Laut, Aku Ombak karya Iverdixon Tinungki menggambarkan laut sebagai bagian hidup yang dekat dengan manusia.
ANAK-anak muda Tanah Air berhasil menoreh prestasi dengan menciptakan karya seni yang memanfaatkan sampah platik. Beautiful Raja Ampat karya Dwi Siti Qurrotu Aini dari ITB
Larangan impor produk akuatik oleh Tiongkok merupakan pukulan telak bagi industri makanan laut Jepang, terutama ekspor kerang dan teripang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved