Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
Oksigen ialah salah satu unsur kimia yang sangat penting untuk menopang kehidupan di Bumi. Kemunculannya dipengaruhi oleh fotosintesis baik pada tanaman, ganggang, maupun sianobakteri. Beberapa mikroba diketahui juga dapat menghasilkan unsur nonlogam ini meski jumlahnya sangat sedikit, pun dengan habitat yang sangat spesifik.
Menariknya, sejumlah ilmuwan dari University of Southern Denmark kini telah berhasil menemukan mikroba baru yang dapat menghasilkan oksigen tanpa fotosintesis atau tidak memerlukan bantuan sinar matahari. Mikroba itu termasuk dalam domain mikroorganisme bersel satu yakni arkea.
Lebih lanjut, Beate Kraft dan Donald E. Canfield yang memimpin jalannya studi kali ini menjuluki mikroba tersebut dengan julukan arkea pengoksidasi amonia atau Nitrosopumilus. Beberapa sampelnya di ambil dari teluk Mariager, Denmark, dan perairan Meksiko serta Kosta Rika.
"Mereka sangat melimpah di lautan di mana mereka memainkan peran penting dalam siklus nitrogen. Mereka sebenarnya juga membutuhkan oksigen, tapi sudah lama menjadi teka-teki mengapa mereka sangat melimpah di perairan yang tidak memiliki oksigen. Kami sebelumnya berpikir, mereka hanya nongkrong saja di sana tanpa fungsi, semacam sel hantu. Tapu ternyata ada sesuatu yang membingungkan di sini," tutur Kraft, seperti dilansir dari Sciencedaily, Senin, (10/1).
Berangkat dari kebingungan itu, Kraft dan tim lantas memutuskan membawa sampel ke dalam laboratorium. Ia ingin melihat, apa yang akan terjadi jika organisme tersebut kehabisan oksigen. Selain itu, ia juga ingin melihat bagaimana mereka menggunakan oksigen di dalam air, namun dalam beberapa menit kadar oksigen pada air yang menampung sampel justru meningkat.
Meski jumlahnya tidak terlalu memengaruhi kadar oksigen di Bumi, akan tetapi menurut Kraft, Nitrosopumilus maritimus mampu menciptakannya untuk memenuhi kebutuhan hidup sendiri. Tapi kemudian yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana pengaruhnya terhadap lingkungan di sekitar habitar mereka?
Kraft dan tim meyakini bahwa mikroorganisme yang satu ini juga memberikan peran pada siklus nitrogen global. Siklus nitorgen sendiri selama ini dikenal sebagai suatu proses konversi senyawa yang mengandung unsur nitrogen menjadi berbagai macam bentuk kimiawi yang lain termasuk oksigen.
"Jika gaya hidup seperti ini tersebar luas di lautan, itu tentu akan memaksa kita untuk memikirkan kembali pemahama atas siklus nitrogen laut. Langkah saya selanjutnya adalah menyelidiki seperti apa fenomena yang akan muncul, jika kultur laboratorium ini kami tempatkan di perairan yang sangat kekurangan oksigen di berbagai aut di seluruh dunia," tambahnya. (OL-12)
LIMA mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) berhasil meraih prestasi gemilang di panggung dunia.
Penelitian ini menawarkan rekomendasi yang dinilai dapat memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi tantangan keamanan regional.
Para ilmuan menemukan bahwa bagian otak yang awalnya dianggap hanya memproses penglihatan ternyata dapat memicu gema sensasi sentuhan.
Resiliensi petani merupakan syarat penting jika pengelolaan usaha kelapa di provinsi tersebut ingin berkelanjutan.
Hasil penelitian menemukan persoalan kental manis bukan hanya perihal ekonomi, tetapi juga regulasi yang terlalu longgar.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menilai Kitab Fikih Zakat karya Dr. Nawawi Yahya Abdul Razak Majene sangat relevan bagi pengelolaan zakat di era modern.
Peneliti menemukan bahwa batu permata yang memiliki nilai jauh lebih rendah bisa memberikan petunjuk penting untuk mengetahui apakah ada kemungkinan berlian
Sang peneliti Dr. Widiastuti Setyaningsih dari Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian,Fakultas Teknologi Pertanian meraih Ristek Kalbe Science Award (RKSA) 2025.
Penghargaan bagi peneliti muda menjadi instrumen penting dalam membangun ekosistem riset nasional yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing.
Penelitian yang diterbitkan di Global Change Biology, meneliti hampir 30.000 spesies amfibi, burung, mamalia, dan reptil. Studi ini mengkaji bagaimana peristiwa panas ekstrem
Seiring planet mendingin, para ilmuwan memperkirakan mantel akan berkembang menjadi lapisan-lapisan berbeda dengan komposisi kimia yang berbeda, seperti bagaimana jus beku
Para peneliti sudah lama memperkirakan bahwa perubahan iklim dapat menimbulkan ancaman bagi pika di bagian barat Amerika.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved