Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
Sekelompok ilmuwan dari University of Chile baru-baru ini telah berhasil menemukan fosil spesies baru dinosaurus jenis Ankylosaurus.
Hasil penelitian itu mereka terbitkan di jurnal Nature belum lama ini. Para ilmuwan menjelaskan bahwa dinosaurus yang mereka temukan kali ini memiliki bentuk ekor yang unik seperti kapak suku Aztec.
Ankylosaur sendiri selama ini memang telah dikenal sebagai keluarga dinosaurus dengan struktur tubuhnya yang menarik karena memiliki pelindung punggung seperti tank. Akan tetapi dinosaurus dengan ciri ekor kapak seperti itu belum pernah diketahui sebelumnya.. Oleh karena itu kemudian mereka beri nama stegouros elengassen.
"Ini sebenarnya adalah kekurangan bagi ciri yang selama ini kita harapkan dari ankylosaur. Sama sekali berbeda dan menunjukkan ada sesuatu yang sangat istimewa terjadi di sini, di Amerika Selatan,” kata sang ilmuwan, Alexander Vargas, sebagaimana dilansir dari The New York Times, Selasa, (14/12).
Menurut Vargas, ankylosaurs adalah spesies dinosaurus yang berkeliaran dalam jumlah besar di Laurasi, superbenua utara yang dulunya ialah gabungan antara Amerika Utara dan Asia. Spesies ini tergolong sebagai keluarga yang menonjol, namun kerap memisahkan diri dari kawanan lainnya, lebih tepatnya di periode pertengahan Jurassic antara 201 juta hingga 145 juta tahun silam.
Kerabat ankylosaurs umumnya mengembangkan kulit yang ditutupi dengan timbunan tulang punggung yang disebut osteoderm. Sayangya, kerabat mereka dari benua selatan Gondwana, yang sekarang menjadi Amerika Selatan dan Antartika kurang dipelajari dengan baik. Oleh karena itu pula kelompok ini diyakini sebagai kelompok keturunan paling awal, dimana asal-usul dan evolusi mereka diyakini sebagai misteri abadi.
Namun, apa yang mereka temukan dalam upaya kali ini dianggap sepadan karena kelengkapan kerangka ankylosaur mencapai 80%. Bagian yang ditemukan meliputi tulang belakang, bahu, kaki depan, dan potongan tengkorak.
Menurut Vargas, spesies ini semasa hidup memiliki panjang sekitar enam kaki, dengan kepala besar yang proposional, serta anggota badan yang ramping dan ekor pendek. Victoria Arbour, Paleontolog Museum Royal British Columbia Kanada mengatakan bahwa ekor spesies ini mirip struktur kadal armadillo raksasa yang kini telah punah
“Ini adalah contoh lain yang menarik dari evolusi senjata ekor bertulang, yang hanya berevolusi beberapa kali tetapi tampaknya telah berevolusi beberapa kali pada ankylosaurs,” katanya. (M-4)
Arkeolog temukan bukti teknologi canggih manusia purba di situs Xigou, Tiongkok. Penemuan alat batu berkomposit ini meruntuhkan anggapan lama tentang evolusi di Asia Timur.
Peneliti berhasil mengidentifikasi kuburan massal korban Plak Justinian di Jerash. Bukti DNA mengungkap bagaimana pandemi melumpuhkan kota kuno 1.500 tahun lalu.
Arkeolog mengungkap penyebab kematian remaja purba "Il Principe" di Italia. Bukti mikroskopis menunjukkan ia sempat bertahan hidup 3 hari setelah diserang beruang.
Studi terbaru mengungkap perilaku budaya kompleks Neanderthal yang menata puluhan tengkorak hewan di sebuah gua di Spanyol. Bukan untuk makan, tapi ritual?
Arkeolog temukan makam Zapotec berusia 1.400 tahun di Oaxaca, Meksiko. Dilengkapi mural berwarna dan pahatan burung hantu raksasa yang masih utuh.
Arkeolog temukan ribuan artefak emas di Varna, Bulgaria, yang berasal dari tahun 4600 SM.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved